Internalisasi & Pengamalan Nilai Pancasila Harus Terus Dilakukan

AMBON,MRNews.com,- Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Dalam keberagaman kondisi geografis, flora dan fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Berkat pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan bhineka tunggal ika.

“Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali para pendiri bangsa merupakan anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat Indonesia. Walau kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-Indonesia-an baik sebagai bangsa maupun negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” tandas Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Hariyono dalam sambutan yang dibacakan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat upacara peringatan hari kelahiran Pancasila di Gong Perdamaian, Sabtu (1/6/19).

Sebagai negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvinis diakuinya, diperlukan pengelolaan unit kultural dan politik secara dialektis. Maksudnya, keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan guna membangun “tamansari kebudayaan” yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh sesuai ekosistem yang sehat. Untuk itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, bekerjasama dan bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis.

Itulah sebabnya, menurut Haryono, pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila merupakan suatu keniscayaan. Sebab ada upaya mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara. Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila, ada ajakan membangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

“Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Sebab Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita,” tukasnya.

Peringatan hari lahirnya Pancasila oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tersebut dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) kota Ambon, tokoh-tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, RT/RW dan seluruh ASN Pemkot Ambon. Peserta upacara menggunakan pakaian adat Maluku, dikombinasi dengan pakaian Korpri. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *