by

Insiden di Seleksi Ulang Sekkot Hanya Miss Persepsi

AMBON,MRNews.com,- Insiden ribut dan adu mulut antara calon Sekretaris Kota Ambon dan penyelanggara dalam hal ini kepala BKPSDM Ambon saat seleksi ulang Sekkot di Wayame Bay Hotel, Kamis (2/12) menurut Wakil Walikota (Wawali) Ambon Syarif Hadler hanya karena miss persepsi dan miss komunikasi.

“Sesungguhnya itu tidak ada masalah. Ini hanya soal miss komunikasi saja, miss persepsi diantara peserta dengan penyelenggara,” tandas Wawali kepada awak media di 27 Cafe Pattimura Park, Sabtu (4/12).

Bahwa kemudian terjadi “adu mulut” antara salah satu peserta dengan kepala BKPSDM Ambon Benny Selanno, bagi Hadler, itu benar namun hal biasa.

Namun memang hal yang dipersoalkan tidak substansi. Dimana salah satu peserta protes empat peserta lain yang berpakaian sama. Artinya, mau pakaian sama dan tidak itu tidak substansial, asal rapi dan sesuai ketentuan.

“Yang kemudian karena ada insiden itu lalu katanya ada preman, sama sekali tidak ada saat itu. Yang ada hanya penyelenggara, Pansel dan peserta. Tidak ada orang lain disana. Memang saat itu mungkin pa Benny terlalu responsif, membalas salah satu peserta itu,” terangnya.

Diharapkan Hadler, dengan klarifikasi ini hal tersebut tidak lagi bias kemanapun. Sebab yang terjadi hanya miss komunikasi. Sama sekali tidak perbedaan yang prinsipil. Sebab pasca insiden, enam peserta ikuti seleksi secara baik dan lancar hingga selesai.

“Selanjutnya hasil seleksi ulang itu akan diproses Pansel dan akan diserahkan ke pa Walikota selaku kepala pembina kepegawaian. Apakah nanti pa Walikota akan tugaskan saya, pa Benny atau Pansel mengantar ke KASN, guna mendapat rekomendasi & persetujuan,” bebernya.

Nantinya ketika rekomendasi KASN telah turun tiga nama lanjut Hadler, Walikota akan konsultasikan ke Gubernur Maluku. Barulah kemudian Walikota akan menentukan satu dari tiga nama untuk menjadi Sekkot Ambon.

Hadler juga membantah soal isu telah adanya SK Kemendagri yang menetapkan tiga nama calon Sekkot telah turun namun dibatalkan Pansel maupun BKPSDM.

“Prosedur penetapan Sekda Kota/Kabupaten yang dulunya kewenangan Kemendagri, sekarang tidak lagi. Setelah Pansel dibentuk untuk lakukan seleksi, hasilnya disampaikan ke KASN untuk menilai sesuai ketentuan yang berlaku dan rekomendasi tiga nama,” tegasnya.

Mengenai kapan rekomendasi dari KASN akan turun sambungnya, tergantung proses KASN saja.

“Jika lebih cepat lebih baik. Mungkin satu atau dua Minggu kedepan sudah bisa ada Sekkot Ambon yang baru,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed