by

Inovasi Mengagumkan SMA PGRI Dobo

(Catatan M. Suhfi Majid dari Bumi Mutiara)

AMBON,MRNews.com,- Empat (4) Layar terpampang di ruang kepala sekolah SMA PGRI Dobo, Rabu (24/10/18). Ruang kepsek tsb tidaklah lapang. Kecil menurut saya. Tapi ruangan kecil itu mempuni. Seluruh kendali di satu sekolah disasar dengan satu pandangan. SMA Swasta yang dipimpin oleh sang Kepsek, Dorce Garpenasy memahami benar makna inovasi pendidikan.

Dengan empat layar lebar di ruangannya, aktifitas belajar mengajar di seluruh kelas dapat dipantaunya. Sang kepsek mudah mengawasi karena di semua ruang kelas terpasang CCTV. Tak hanya itu, CCTV juga terpasang di halaman sekolah, ruang perpustakaan, ruang komputer dan laboratorium.

Ide inovatif ini bermula empat tahun lalu ketika Kepsek saat itu, Ibu Josina Salakory mengevaluasi perjalanan sekolah yang rendah disiplin. Baik guru maupun siswanya. Guru yang tak hadir di kelas sulit dipantau. Aktifitas siswa di ruang kelas juga tak dapat dikontrol. Maka, ide inovatifnya muncul. Menegaskan disiplin sekolah dengan kontrol terukur. 

Lewat penyediaan CCTV di seluruh ruang kelas. Hasilnya? Seluruh kelas dan lingkungan terpantau lewat layar lebar di ruangannya. “Siswa yang nakal di kelas dapat diketahui. Dipanggil lalu dibuat pembinaan”, detail Fransina Manuhutu, guru SMA PGRI Dobo. Bobot disiplin sekolah menjadi meningkat. Fikiran maju Josina Salakory berbuah manis. Sebelum pensiun, sang Kepsek diundang ke Jakarta sebagai Guru inovatif.

Bagi saya, model inovasi ini mengagumkan. Jika model begini di Kota Ambon, saya tidak terlalu kaget. Tapi inovasi ini dari SMA PGRI Dobo, yang berjarak tak dekat dari pusat ibukota provinsi. Maka, mencetak prestasi kuncinya pada kepala sekolah. Di tengah keterbatasan di pulau nun jauh dari Kota Ambon, dedikasi ini dimunculkan. Menghasilkan karya bermakna di tengah kesederhanaan yang berbuah momentum menyejarah. Tak heran, SMA PGRI menjadi sekolah rujukan di Kabupaten Aru.

Tak hanya itu, siswanya juga menjuarai uji kompetensi mata pelajaran tingkat kabupaten Aru. Saya sering menemukan contoh demikian, seperti absensi sidik jari SMAN 3 Buru. Tak banyak, tapi sedikit itu menjadi contoh. Kebangkitan dan dedikasi hebat berasal dan terbit dari pinggiran. Mereka para kepsek itu, termasuk di SMA PGRI Dobo adalah contoh-contoh yang bekerja dalam diam. Lalu karyanya bermakna bagi kebangkitan pendidikan di Maluku. Saya kira, kita butuh banyak daftar Kepsek dan sekolah demikian.

Saat banyak yang mengeluh dan pesimis atas wajah pendidikan Maluku, SMA PGRI Dobo tampil memberi kontribusi. Sebuah kemestian untuk membuat SMA PGRI Dobo menjadi model tentang semangat berkontribusi untuk menghadirkan satuan pendidikan berkualitas. Dari ujung Maluku, di pinggiran Dobo, SMA PGRI Dobo hadir dan menjadi contoh. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed