by

Ini Tri Sukses Kongres HMI XXX Menurut Almudatsir Sangadji

AMBON,MRNews.com,- Alumni HMI, Almudatsir Sangadji menilai, Kongres XXX HMI di Ambon harus menjadi starting poin penting, dalam tiga hal.

Pertama, sukses penyelenggaraan. Dimana ini merupakan capaian tertinggi sebagai tuan rumah. Dan menjadi pertaruhan semua pihak, baik HMI, pemerintah daerah, masyarakat, civitas akademika, tokoh agama, dan semua komponen gerakan kepemudaan.

Kedua, sukses agregasi kepentingan daerah, baik pada level lokal maupun regional. Level lokal identifikasi kebijakan nasional berkenaan dengan lumbung Ikan Nasional dan pengelolaan Blok Masela menjadi isu penting. Dengan hadirnya Presiden Joko Widodo, hal ini dapat menjadi diplomasi penting, pemerintah dan masyarakat Maluku dalam mengagregasi dua isu tersebut. Setelah itu Kongres perlu menuangkan rekomendasi spesifik atas hal tersebut.

Dalam level regional, agenda penuntasan RUU Kepulauan atau dalam sebutan lain, perlu menjadi perhatian serius. Selain Presiden, pejabat tinggi negara lainnnya, seperti Ketua DPR kemungkinan hadir. Situasi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, karenanya membutuhkan strategi baru yang lebih optimal dalam mendorong hal ini.

Ketiga, sukses kontestasi. Manakala Kongres akan melahirkan ketua umum HMI defenitif, selama 1 kepengurusan kedepan. Ketua HMI terpilih harus lahir dari proses politik yang demokratis dan resolutif, dalan menjawab kondisi strategis internal dan kepentingan strategis nasional. Sebab ketua HMI yang terpilih menahkodai PB HMI menghadapi dua momen penting, yakni pemilu serempak Pileg dan Pilpres. HMI harus memberikan konstribusi pikir dalam menghadapi banyak sekali masalah bangsa, politik identitas, kesenjangan keadilan, pengakan hukum, korupsi, dan kurang meratanya pemerataan pembangunan.

“Dengan tiga target tersebut, Kongres HMI XXX di Ambon, akan menjadi momentum penting, bagi sirkulasi kepemmpinan periodik di HMI, menguatkan afirmasi kebijakan pembangunan, terutama aspek ekonomi politik bagi kepentingan lokal, regional dan nasional. Serta pemantapan iklim demokrasi, dalam capaian yang substantif,” tandas Komisioner KPU Maluku tersebut, melalui akun media sosial facebooknya, Rabu (7/2)

Ukuran jangka pendeknya, tambah Sangadji Kongres harus merecovery beban politik dalam mengelola lahirnya kepemimpinan di HMI. Dimana Ambon adalah titik balik membangun kembali tradisi besar konsensus kepemimpinan di HMI, yang dalam beberapa kali Kongres terakhir, sirkulasinya cenderung bias.

“Ketum PB HMI harus lahir dari proses yang kompetitif dan egalitarian dalam Kongres XXX di Kota Ambon Manise,” tutupnya. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed