by

Ini 7 Fakta Tentang Gempa 6.9 SR Semalam

AMBON,MRNews.com,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis tujuh fakta tentang gempabumi 7.3 SR, yang dimutakhir menjadi 6.9 SR yang terjadi, Rabu (6/5) malam. Hal itu dibeberkan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Pertama; magnitudo gempa diupdate. Awalnya BMKG menginformasikan gempa Laut Banda dengan magnitudo 7,3 sebagai informasi cepat. Magnitudo informasi cepat ini diolah dengan jumlah data terbatas dalam waktu singkat kurang dari 5 menit. Dengan jumlah data terbatas, memungkinkan secara statistik menghasilkan magnitudo gempa lebih besar dibanding jumlah data lebih banyak.

Untuk mendapatkan magnitudo gempa akurat, kata Daryono, selanjutnya para analis gempa di BMKG kembali mengolah data sebanyak-banyaknya hingga memperoleh magnitudo update yang stabil M 6,9. Proses pemutakhiran magnitudo gempa semacam ini hal biasa dan lazim dilakukan lembaga monitoring gempa bumi dimanapun.

“Mengapa harus cepat dalam menginformasikan parameter gempa? karena selain bertugas memberi informasi gempa, BMKG juga bertanggungjawab memberi peringatan dini tsunami yang harus segera disampaikan kepada masyarakat pesisir. Sebab banyak pantai kita lokasinya dekat sumber gempa, dengan ketersediaan waktu penyelamatan dari tsunami sangat singkat,” ungkap Daryono.

Kedua; tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini terjadi akibat adanya deformasi batuan pada bagian Lempeng Banda di Zona Benioff. Sehingga gempa Laut Banda M 6.9 semalam hiposenternya cukup dalam dan meskipun mekanisme sumbernya sesar naik (thrust fault) maka tidak berpotensi tsunami.

Ketiga; didahului gempa pendahuluan. Gempa kuat di Laut Banda semalam adalah gempa yang berpusat dikedalaman menengah (97 km). Munculnya gempa kuat dikedalaman menengah sebenarnya sudah ditandai dengan munculnya aktivitas gempa-gempa kecil yang membentuk klaster pusat gempa menengah sejak bulan April 2020 lalu.

Keempat; tidak bersumber di Banda Detachment. Sumber gempa Banda semalam berada Banda slab (Lempeng Banda yang tersubduksi) dan tidak bersumber di Banda Detachment (bidang gelincir patahan Banda) di zona Weber Deep seperti yang disinggung beberapa netizen dimedia sosial.

Kelima; memiliki spektum getaran luas. Karena hiposenternya cukup dalam, gempa ini memiliki spektrum getaran yang dirasakan mencakup wilayah sangat luas. Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan hingga di Manokwari dan Waingapu.

Keenam; terjadi di “sarang” gempa kuat. Lokasi hiposenter Gempa Banda semalam berada dikawasan yang menurut catatan sejarah gempa merupakan “sarang” gempa kuat di Zona Subduksi Banda.

“Catatan gempa dahyat di lokasi ini sudah terjadi beberapa kali yaitu Gempa Banda 1918 (M 8,1), 1950 (M 8,1), 1963 (N 8,2), dan terakhir 2019 (M 7,7). Beberapa gempa kuat ini dirasakan guncangannya hingga Benua Australia,” jelasnya kepada awak media dalam rilis, Kamis (7/5).

Fakta ketujuh; bukti Subduksi Banda masih aktif. Peristiwa gempa kuat di Laut Banda semalam menjadi salah satu bukti bahwa sistem subsuksi Laut Banda memang masih sangat aktif. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed