by

Hutang Mess Maluku Belum Dibayar, Gubernur: Kita Akan Somasi

-Maluku-258 views

AMBON,MRNews.com,- Hutang yang ditinggalkan eks pengelola Mess Maluku di Jakarta, PT Reshijaya Mulia Cipta sebesar Rp 1,5 Miliar tak kunjung dibayar atau dilunasi hingga kini kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku. Padahal sudah menjelang tutup tahun anggaran 2020. Kerugian terjadi pasca operasional Mess Maluku dihentikan atau diputus kontrak kerjasama.

Gubernur Maluku Murad Ismail pun memastikan akan somasi perusahaan tersebut jika dalam waktu dekat tak jua terbayarkan. “Kalau hutangnya tak kunjung dibayar, kita akan somasi, lapor di polisi untuk proses hukum. Tidak ada alasan,” tegas Murad kepada awak media di Ambon, Senin (9/12/19).

Ditanya kapan tenggat waktu yang diberikan Pemprov, Murad jika dimungkinkan lebih cepat lebih baik. “Nanti kita lihat. Kau (wartawan) jangan paksa saya dong. Kita defisit anggaran saja saya nggak marah. Jangan paksa saya untuk agak kasar-kasar lah. Tidak usah pancing-pancing saya,” ujar mantan Kapolda Maluku kesal.

Diakui mantan Dankor Brimob, tidak ada itikad baik dari perusahaan tersebut untuk melunasi hutangnya segera. Sebabnya permintaan untuk mengelola kembali Mess Maluku ditolak mentah-mentah. Pasalnya Mess Maluku sementara direhab total. Karena saat dikelola selama beberapa tahun itu, Mess Maluku tak saja hancur dari aspek gedungnya tapi juga meninggalkan kerugian bagi pemerintah daerah.

“Mess Maluku harus kita rehab dulu, yang pengontrak lama belum bayar kita punya hutang 1,5 Miliar. Kemarin mereka berkeinginan mau ambil lagi, tapi nanti mereka bayar gimana. Tidak bisa begitu dong. Mereka tidak punya itikad baik dalam mengelelola Mess Maluku sehingga Mess Maluku bukannya jadi bagus malah jadi hancur. Itu yang membuat saya pilih lebih baik tidak dapat apa-apa dari situ, ketimbang mereka kelola lagi tapi kita rugi dalam segala hal dan Mess Maluku hancur,” jelas Murad.

“Saya sudah tengok kesana. Tidak ada bagusnya sama sekali. Mereka mau bayar hutang kita, terus mereka mau kelola lagi. Tambah hancur lagi lima tahun kedepan. Bayangin setiap tahun dikelola sama mereka, setiap tahun juga ada subsidi untuk ini. Baru hutang kepada kita tidak bayar, Mess Maluku jadi rusak, bukannya jadi bagus,” sambungnya.

Lebih baik kata dia, orang Ambon, Maluku yang punya keahlian atau kapasitas dalam mengelola hotel, yang diberi tanggungjawab pengelolaan penuh Mess Maluku agar dapat dirawat dengan baik dan ada rasa memiliki. Ketimbang orang luar yang malah membuat hancur dan rugi. Sebab memang belum ada kebijakan yang membolehkan pemerintah daerah bisa mengelola sendiri sebuah hotel. Karenanya perlu kerjasama dengan pihak ketiga.

“Lebih baik kita suruh berhenti. Sekarang saya sudah panggil orang untuk rehab pelan-pelan. Nanti mungkin orang kita saja lah, orang Ambon siapa yang biasa mengelola hotel kita suruh dia. Salah satunya itu Alfred (Betaubun-red) lah. Saya sudah panggil Alfred kemarin, bagaimana kau lihat itu, kau jangan bicara duit. Pokoknya kamu bangun itu, kau kelola biar kita juga bisa punya hasil disitu. Itu didukung,” beber Murad. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed