HUT Nuansa Musik, Tanda Kesiapan Sambut Pengakuan UNESCO

AMBON,MRNews.com,- Kegiatan dan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 444 kota Ambon sedari akhir Agustus lalu hingga puncaknya 7 September 2019 di lapangan merdeka benar-benar bernuansa musik, sesuai temanya “Ambon Pono Deng Musik”. Hal itu sebagai tanda kesiapan kota dan masyarakat dalam menyambut pengakuan UNESCO sebagai city of music (kota musik dunia).

“Tema kali ini adalah musik sebagai tanda kesiapan kota dan masyarakat menyambut pengakuan UNESCO sebagai kota musik dunia. Oleh karena itu seluruh aktifitas dan orientasi kita tahun ini ke musik untuk buktikan bahwa musik adalah jati diri, DNA-nya Ambon. Kalau ada kurang-kurang mohon maaf. Itu jadi catatan untuk diperbaiki terus di tahun yang akan datang,” kata walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada awak media usai upacara HUT ke 444 kota Ambon di lapangan merdeka, Sabtu (7/9/19).

Untuk adanya pengakuan itu, dikatakan walikota, nantinya pada bulan November dalam sidang UNESCO di Paris kalau diberikan kesempatan pemerintah dan AMO akan presentasi. Jika disetujui, maka akan diketuk palu.”Doakan semoga UNESCO tetapkan kita sebagai kota musik dunia saat itu,” pinta Louhenapessy.

Tentu dengan ditetapkannya Ambon sebagai kota musik dunia nantinya dirinya berharap dapat berimplikasi pada pengurangan pengangguran sebab kemiskinan itu jadi sektor ekonomi yang dikedepankan.

Sementara, Gubernur Maluku Murad Ismail mengaku, mendukung dan akan membantu wujudkan Ambon sebagai kota musik dunia. Dukungan dalam bentuk mendorong pemerintah pusat. Termasuk juga akan membuat Ambon menjadi kota tercantik di Indonesia lewat pemberian 250 jenis pohon dari Surabaya yang akan diberikan ke pemerintah kota untuk ditanam.

“250 jenis pohon yang saya bawa dari Surabaya nanti saya beri ke pa walikota untuk ditanam. Biar Ambon lebih bagus dan asri dengan pohon-pohon yang nanti kita tanam. Pokoknya saya dukung kebijakan pa walikota yang baik untuk kemajuan Ambon, termasuk sebagai kota musik dunia, kita dukung,” paparnya.

Sedangkan warga kehormatan kota Ambon Letjen TNI Doni Moenardo mengaku, di usia ke-444 harapannya kota Ambon bisa jadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia untuk merawat kerukunan. Sebab disini semua etnis ada dan Ambon ini layaknya Indonesia mini, semua suku bangsa, agama ada dan sangat rukun sampai saat ini. “Kita merasakan sebuah suasana yang sangat indah, damai hari ini di kota Ambon,” ungkap kepala BNPB RI itu.

Diketahui, dalam upacara peringatan HUT ke-444 kota Ambon turut dibagikan bantuan bibit anakan pohon kepada kelurahan/desa/negeri dan secara simbolis diberikan kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Moenardo, serta penyerahan dana bantuan CSR dari BNI 46 Cabang Ambon kepada TK Adhayaksa dan SD Negeri Rutong, penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Ambon kepada dua orang ahli waris serta pemberian tanda penghargaan dan cincin emas dari walikota-wakil walikota Ambon kepada purnabakti ASN. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *