by

Huntara Ditiadakan, BNPB Pastikan Huntap Bagi Pengungsi

AMBON,MRNews.com,- Salah satu penanganan pasca bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam bentuk pembangunan kembali hunian bagi para pengungsi korban gempa, bukan lagi hunian sementara (Huntara) tapi hunian tetap (Huntap). Sebab sekarang Huntara tidak dipakai BNPB. Hal ini sejalan dengan Pemerintah Provinsi Maluku yang memutuskan membatalkan rencana pembangunan Huntara bagi korban gempa. Proses pemulihan pascagempa langsung difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah tersebut dianggap lebih efektif dan efisien.

Kasubdit kompensasi dan pengembalian hak pengungsi BNPB RI Budi Erwanto katakan, alasan tidak dibangun lagi Huntara tapi Huntap karena pertimbangan efektif dan efisiensi baik kerja dan anggaran. Sebab dengan membangun Huntara pastinya akan membangun lagi Huntap. Jelas dalam pendekatan pembangunan sifatnya jangka panjang tidak pas atau cocok.

“Untuk apa lagi Huntara?. Kalau kita bangun Huntara itu akan memakan waktu karena dua kali bangun lagi, khan mubazir. Lebih baik kita sewakan mereka rumah khusus korban langsung rumah rusak, untuk enam bulan kedepan. Hidup ekonomi orang disini. Makanya sementara tidak dirubah, kita sewakan. Rumah bapak dibangun, begitu,” tukas Budi kepada awak media di Makorem 151/Binaiya, Selasa (15/10/19).

Sementara terkait upaya membangun rumah sakit (RS) dan sekolah darurat atau sementara yang rusak akibat gempa Budi mengaku akan melihat kebutuhan daerah. “Kalau kepala daerah membutuhkan, dinas teknis tidak punya dana maka BNPB akan bantu. Tapi sejauh ini dalam penanganan bencana ada progress. Sebab negara itu begitu tugasnya, untuk memastikan warganya terlayani dan terjamin hidupnya termasuk pengungsi,” bebernya.

Tentang data pengungsi yang sudah masuk ke BNPB diakuinya bervariasi di tiga Kabupaten/Kota terdampak. Artinya berkembang terus tiap waktu. Namun diharapkan dalam minggu ini data by name by adress seluruhnya sudah fix dan diinput ke BNPB. Karena data terakhir itulah yang akan disahkan langsung Bupati/Walikota sebagai pegangan BNPB dalam tindaklanjut. “Yang jelas diharapkan dalam minggu ini data by name by adress sudah tercover sehingga bisa di-SK-khan Bupati/Walikota. Itu yang akan kita pegang untuk pembangunan rumah dan fasilitas umum lain,” paparnya.

Untuk memastikan progress penanganan bencana, tambah Budi, kepala BNPB RI Doni Monardo direncanakan bakal ke Maluku besok atau Kamis bersama sejumlah deputi beberapa kementerian terkait langsung dengan penanganan masa transisi ke pemulihan. “Beliau datang lagi guna evaluasi percepatan penanganan gempa. Memang diharapkan dapat action plannya, rencana kerja untuk penanganan. Maka kita butuh data-data yang sudah disiapkan pemerintah daerah masing-masing Kabupaten/Kota,” pungkas Budi. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed