HMI Mal-Malut Dukung Polri Tuntaskan Kerusuhan 22 Mei

AMBON,MRNews.com,- Badan koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku-Maluku Utara mendukung penuh kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan upaya penegakkan hukum dan menuntaskan kerusuhan Jakarta 21-22 Mei 2019 pasca pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI, termasuk mengungkap aktor utama dibalik terjadinya konflik antara polisi dan perusuh.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Badko HMI Mal-Malut, Akib Sella menegaskan, terhadap kondisi nasional bangsa dan negara saat ini, HMI sebagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa Islam terbesar di Asia mengajak seluruh kadernya khusus di Maluku dan Maluku Utara untuk mendukung Polri dalam upaya menegakkan hukum dan menuntaskan kasus kerusuhan 22 Mei.

Untuk itu, dirinya menginginkan agar para tokoh nasional juga harus bisa duduk bersama memulihkan kondisi bangsa saat ini pascaa kerusuhan, sehingga jangan sampai akibat Pemilu dan perbedaan pilihan politik justru masyarakat menjadi terpecah belah. Masyarakat harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, tidak boleh terpengaruh provokasi apapun.

“Dari Maluku kami mengajak semua warga bangsa dan tokoh nasional untuk belajar damai. Bahwa konflik apapun tidak pernah menghasilkan dampak yang positif, justru perpecahan dan dis-integrasi sosial yang berkepanjangan akan terjadi ditengah masyarakat,” ajak Sella dalam dialog bertema rekonsiliasi nasional dari Maluku untuk Indonesia, sekaligus buka puasa bersama dan silaturahmi HMI se-Maluku, di Pacific Hotel, Sabtu (1/6/19).

Pemilu kata dia, telah usai. Karenanya masyarakat diharapkan kembali menjalankan aktifitas seperti biasa, sebab pihak kepolisian telah menjamin keamanan dan ketertiban. “Jika ada yang tidak terima hasil, tempuhlah cara-cara konstitusional, agar tidak berdampak negatif terhadap kesatuan dan persatuan negara Indonesia. Dan itu telah dilakukan,” ungkapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohoirat menegaskan, agar pemuda-mahasiswa Maluku tidak ikut-ikut demo tolak hasil Pemilu, membuat rusuh seperti di Jakarta. Sebab Pemilu secara umum di Maluku aman dan tidak terjadi kecurangan. Bahkan masyarakat tetap tenang menerima hasil Pemilu.

“Damainya Maluku ada di tangan kalian semua. Konsolidasi luar biasa Cipayung Plus ada HMI, PMKRI, GMKI, GMNI, PMII kita apresiasi. Nasionalisme harus tetap dipegang teguh. Katong tunjukkan, pahlawan Pattimura adalah orang pertama yang mengkampanyekan nasionalisme di nusantara, lalu pahlawan perempuan pertama di Indonesia juga ada di Maluku, Christina Martha Tiahahu. Jadi soal nasionalisme tidak diragukan lagi dari orang Maluku. Insya Allah, Maluku tetap aman dan sumbangsih rekonsiliasi di Indonesia bisa dibilang datang dari Maluku,” ujarnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *