by

HL Desak Kemenperin Bangun Kawasan Industri Perikanan di Maluku

AMBON,MRNews.com,- Anggota Komisi VI DPR-RI asal partai Gerindra Hendrik Lewerissa (HL) mendesak agar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI dapat membangun kawasan industri perikanan di Provinsi Maluku. Pasalnya Maluku sebagai daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia tentu memerlukan kawasan industri berbasis perikanan yang sekaligus menjadi ruang investasi guna menopang perekonomian daerah, serta bisa menyerap tenaga kerja.

Desakan tersebut agar kawasan industri perikanan dibangun di Maluku diakui Lewerissa beralasan. Karena pemerintah memang sedang merencanakan pembangunan kawasan industri yang berorientasi eksport dan lebih banyak ada di Pulau Jawa disusul Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Maluku tidak masuk dalam perencanaan. Berbanding terbalik dengan kondisi Maluku selaku penghasil ikan terbesar di negara ini.

“Saya sampaikan ke Kemenperin, mengapa pemerintah yang bekerjasama dengan pihak swasta tidak mendorong tumbuhnya kawasan industri perikanan di Maluku?. Padahal Maluku sebagai daerah penghasil ikan terbesar di negara ini. Ironis kan kalau kawasan industri perikanan justru lebih banyak ada di luar Maluku. Ini soal kehendak dan kemauan pemerintah pusat yang kuat saja. Kalau mau dibangun di Maluku pasti bisa karena semua syarat teknis untuk investasi di bidang itu pasti terpenuhi,” ungkap HL.

Menurut ketua DPD Gerindra Maluku itu, dirinya tidak minta kepada pemerintah pusat untuk membangun kawasan industri petrokimia atau otomotif di Maluku karena permintaan itu tidak realistis dan tidak sesuai dengan potensi yang ada di Maluku. Tapi yang diminta industri perikanan, jelas relevansinya dan sesuai kebutuhan.

Untuk itu sebagai wakil dan penyambung lidah rakyat Maluku di parlemen pusat, Lewerissa akui memang harus bersuara dan suaranya harus keras untuk mendesak pemerintah pusat. Sebab disadari masa depan Maluku bukan di sektor pertambangan (minyak, gas atau mineral lainnya) karena minyak dan gas akan habis disedot dari perut bumi dan trend penggunaan energi yang ramah lingkungan (green energy) telah menjadi orientasi produk industri masa depan di dunia.

“Sebagai penyambung lidah rakyat di parlemen, saya jelas harus bersuara keras demi kepentingan daerah dan rakyat Maluku. Sebab harus disadari masa depan Maluku yang sejahtera ada di sektor perikanan dan kelautan, pariwisata dan ekonomi kreatif (olahraga dan seni budaya). Ini adalah potensi sumber daya Maluku yang secara alami sudah dianugerahkan Tuhan, sehingga harus dimanfaatkan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat Indonesia di Maluku,” tegas mantan Cawagub Maluku via pesan WhatsApp, Sabtu (30/11).

Di Maluku sebut HL sapaan akrab Lewerissa, pernah ada industri perikanan milik Taipan Tomy Winata pemilik Group Atha Graha yang berlokasi di Tual dibawah bendera PT. Maritim Timur Jaya sekarang Samudera Indo Sejahtera. Selain itu, ada industri perikanan di Benjina milik Tex Suryawijaya dengan bendera PT. Pusaka Benjina Resources dan Group Maribu yang bermarkas di Ambon.

Tetapi lanjutnya, bisnis perikanan ini macet selama lima tahun terakhir karena kebijakan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang saat itu Menterinya Susi Pudjiastuti. Lagipula kawasan itu belum dapat disebut kawasan industri terpadu seperti yang ada di Pulau Jawa.

“Saya tidak bicara soal ikannya karena itu domain komisi IV. Saya bicara aspek industrinya karena Kemenperin itu salah satu mitra kerja komisi VI dan saya anggota komisi VI DPR RI. Sehingga penting dicatat oleh Kemenperin, kawasan industri perikanan itu kebutuhan daerah dan masyarakat, bukan keinginan. Kebutuhan sehingga selaku wakil rakyat kita mendesak dan perjuangkan. Guna apa dibangun industri perikanan di daerah yang bukan penghasil ikan, akan mubazir,” jelas Lewerissa.

Lagipula tambahnya, kemiskinan di Maluku yang masih tinggi disebabkan karena tingginya angka pengangguran. Dimana penggangguran hanya bisa dikurangi kalau ada lapangan kerja. Sedangkan lapangan kerja dapat tercipta karena ada investasi. “Membangun kawasan industri itu investasi apalagi di sektor perikanan pasti menyedot banyak tenaga kerja. Itu yang menjadi perhatian saya untuk Maluku karena itu maka harus diperjuangkan,” kunci HL. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed