by

Himapel Desak Hasil Audit Dugaan Korupsi Taman Kota Tanimbar Dikeluarkan

AMBON,MRNews.com,- Himpunan Mahasiswa Pelajar Lelemuku (Himapel) Ambon mendesak perwakilan BPKP Provinsi Maluku segera mengeluarkan hasil audit kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi proyek taman kota, milik Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Tanimbar senilai Rp 5 miliar lebih bersumber dari APBD tahun 2017.

“Apabila tuntutan itu dan lainnya tidak diindahkan, maka pihaknya akan kembali dengan aksi yang sama dan dengan masa yang lebih banyak,” ancam koordinator aksi Himapel Ambon Jhones Y Manutelaa saat aksi demo di depan kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/11/20).

Selain itu, pihaknya juga meminta Gubernur Maluku Murad Ismail agar memperhatikan dan melibatkan orang Tanimbar didalam jajaran pemerintahannya.

Sebab saat ini didalam kabinet Murad-Orno (Wakil Gubernur), keterlibatan orang KKT sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak ada dijabatan struktural.

Padahal sambungnya, putera puteri terbaik Tanimbar banyak di birokrasi dan punya kapasitas, kualitas sama dengan lainnya. Bahkan keterlibatan orang KKT juga akan sangat berpengaruh besar terhadap pembangunan dibumi Duan Lolat itu.

“Kami orang KKT seperti tidak dilibatkan dalam pemerintahan Gubernur Murad Ismail dan Wakil Gubernur Barnabas Orno. Padahal kami juga bagian dari provinsi ini. Kalau tidak dilibatkan, sudah pasti kami akan lambat sekali dalam mencapai kemajuan, ” paparnya.

Menjawab tuntutan pendemo, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno mengaku, tuntutan yang lain mungkin bisa diakomodir, tetapi soal permintaan desakan hasil audit kerugian negara segera dikeluarkan jadi kewenangan lembaga terkait. Sebab pemerintah daerah tidak punya wewenang untuk mengintervensi itu.

“Pemerintah daerah tidak memiliki hak dan wewenangan untuk mengintervensi proses penegakkan hukum yang sementara berjalan, baik di kepolisian, kejaksaan, maupun di BPKP,” tegas Orno. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed