by

Hendrik Lewerissa Minta Pemerintah Tidak Gegabah Terapkan New Normal

-Maluku-1,565 views

AMBON,MRNews.com,- Wakil rakyat Maluku di Senayan DPR-RI Hendrik Lewerissa meminta pemerintah Indonesia khususnya provinsi Maluku dan kabupaten/kota di Maluku untuk tidak gegabah dan terburu-buru untuk menerapkan kebijakan New Normal.

Pasalnya menurut Lewerissa, New Normal hanya diterapkan jika direkomendasikan oleh para ahli Pandemic atau ilmuwan yang memahami betul soal pandemi COVID-19 ini. Apalagi angka kasus COVID-19 di Maluku terus naik setiap harinya, kini sudah mencapai 223 kasus.

“Pemerintah jangan gegabah dan terburuh-buru untuk menerapkan kebijakan new normal. Sebab rekomendasi New Normal harus berasal dari kalangan scientist bukan dari kalangan politisi, tentu setelah mengkaji secara seksama kondisi pandemic COVID-19 ini,” ungkapnya saat dihubungi media ini via WhatsApp, Sabtu (30/5).

Dikatakan, negara-negara lain seperti Iran dan Korea Selatan yang kurva jumlah terjangkit COVID-nya sudah melandai saja, akan kembali menerapkan pembatasan yang ketat bagi warganya karena ketika mereka longgarkan pembatasan sosialnya, angka terjangkit bertambah lagi.

Apalagi di Indonesia, sepengetahuan politisi Gerindra itu, berdasarkan informasi dan data yang disampaikan para ahli Pandemic, Indonesia belum sampai diposisi puncak (peak) dari pandemik ini apalagi menurun, puncak saja belum.

“Kami bisa memahami kegelisahan pemerintah yang saat ini sudah sangat sulit untuk memperoleh pemasukan karena kegiatan ekonomi rakyat praktis berhenti. Sementara tanggungjawab sosial negara kepada rakyat yang terdampak COVID ini semakin besar, mau darimana lagi sumber pembiayaanya?,” beber anggota komisi VI DPR-RI itu.

Menerapkan kebijakan New Normal diakuinya, dapat dipahami sebagai langkah keseimbangan yang akan diambil pemerintah. Kondisi secara nasional ini juga harus menjadi referensi bagi para kepala daerah agar tidak terburu-buru melakukan relaksasi atau kelonggaran atas pembatasan sosial berskala besar karena akibatnya bisa sangat fatal.

Masyarakat juga lanjut HL sapaan akrabnya, diminta untuk mentaati dan disiplin untuk menjalankan protokol covid 19 dengan tetap memakai masker kalau harus keluar rumah, menjaga jarak fisik, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan beraktivitas di rumah saja.

“Berat memang, tapi harus bagaimana lagi ? Tidak ada cara lain yang lebih baik dari itu. Jika masyarakat tidak disiplin dan patuh menerapkan protokol COVID ini maka jangan berharap banyak kalau kita dapat melewati situasi krisis bencana wabah ini dalam waktu dekat. Semua upaya pemerintah menjadi percuma jika tidak didukung masyarakat secara partisipatif,” ingatnya.

Lebih lanjut tambah Lewerissa, bantuan sosial (Bansos) berupa sembako dan bantuan langsung tunai harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar layak dan pantas menerimanya. Maka data yang benar, valid dan akurat menjadi faktor utama agar tidak salah sasaran.

“Adalah suatu kekejian yang tidak bisa ditolelir jika Bansos dari pemerintah yang bertujuan mulia itu disalah kelolah oknum aparatur tidak bertanggungjawab, termasuk menyalurkan bantuan karena kepentingan politik elektoral, demi pemenangan Pilkada nanti, semoga tidak. Makanya teman-teman anggota dewan baik provinsi maupun kabupaten/kota harus mengawasi dengan baik distribusi Bansos dari pemerintah kepada masyarakat agar tidak salah sasaran,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed