by

Hari Keempat, 300-an Pencaker Daftar CPNS di Pemprov

AMBON,MRNews.com,- Sejak dibuka pada 15 November 2019 oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku, hingga kini sudah 300 lebih pencari kerja (Pencaker) yang telah mengirimkan formulir pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) serta berkas via online. Angka tersebut dari total 1700 lebih pelamar yang sudah mengambil formulir pendaftaran dalam kurun waktu empat hari.

“Kita tanggal 13 November sudah mengumumkan ke publik dan pendaftaran dimulai pada 15 November secara online. Hingga hari keempat, sudah 1000 lebih pendaftar. Sementara yang sudah mengembalikan formulir dan mengirim berkas ada 300 lebih. Proses selanjutnya katong harapkan ade-ade (adik) pelamar bisa mengikuti alur pendaftaran dengan baik sampai di akhir 2019 nanti,” ujar Plt Sekda Maluku Kasrul Selang kepada awak media di Baileo Rakyat DPRD Maluku usai RDP bersama komisi I DPRD, Selasa (19/11/19).

Soal kuota CPNS diakui Kasrul, awalnya Pemprov mengusulkan kuota ada 400, ternyata yang disetujui KemenPAN RB adalah 362. Dari kuota itu, didominasi sebagian besar formasinya untuk guru yang kurang lebih 70 persen, sisanya umum termasuk adanya formasi khusus bagi penyandang disabilitas.

“Tes CPNS nanti kayaknya akan dibagi dua bagian yakni tes administrasi dan kompetensi. Hingga memasuki tahun 2020 baru katong secara teknis kompetensinya diuji. Jadi 2019 ini masih pada seleksi administrasi. Maka diharapkan pada bulan Maret atau April 2020, sudah keluar SK CPNS,” bebernya.

Tes CPNS dengan sistem online, tanpa campur tangan manusia. Maka diharapkan para pendaftar harus berlatih dan asah kematangan dalam mengerjakan soal secara cepat dan benar. Bahwa mereka punya kemampuan tapi ketika diperhadapkan pada situasi demikian dengan waktu terbatas tanpa jam terbang atau bekal maka akan sangat susah. “Kita akan berupaya nanti. Lagi menyusun agar bagaimana para pendaftar CPNS agar mereka diberi pembekalan atau simulasi tes online. Sehingga saat hadapi tes, tidak kaku,” ungkapnya.

Tentang passing grade, memang tambahnya itu kewenangan pemerintah pusat. Namun Pemprov bersama DPRD Maluku punya keinginan bersama agar anak-anak daerah yang bisa menangkap kesempatan itu lewat penurunan angka passing grade. Serta tentu peningkatan kompetensi diri anak-anak daerah. Sebab perjuangan anak daerah Maluku dominan jadi CPNS pun jadi kepentingan bersama legislatif dan eksekutif di Maluku.

“Untuk passing grade telah diturunkan sedikit dari tahun sebelumnya, terutama aspek tes kompetensi pribadi. Dimana turun dari 143 ke 126. Mudah-mudahan turunnya passing grade, tidak menurunkan kualitas anak-anak Maluku yang jadi pelamar CPNS. Tapi semata-mata pertimbangan karena kualitas pendidikan. Dimana Indonesia Timur belum bisa disamakan dengan daerah kontinental di bagian barat, karena ada kesenjangan pendidikan,” jelas calon kuat Sekda Maluku.

Sementara ketua komisi I DPRD Maluku Amir Rumra katakan, ada hal khusus yang ditegaskan kepada pemerintah pusat melalui Pemprov adalah kebijakan untuk memperhatikan anak daerah dalam penerimaan CPNS di Maluku. “Diharapkan 75 atau 80 persen anak daerah terdistribusi jadi CPNS. Sebab kita punya pengalaman pahit ketika orang luar datang tes CPNS di Maluku, lulus dan hitung waktu mereka minta pindah mutasi,” tegas politisi PKS. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed