Hambat Investasi, Walikota Minta Hapus Marka Parkir MCM

AMBON,MRNews.com,- Marka parkir yang ada di depan jalan pusat perbelanjaan, Maluku City Mall (MCM), Tantui dinilai sangat tidak mendukung atau menghambat adanya pertumbuhan investasi di kota Ambon. Karenanya, dinas perhubungan (Dishub) kota Ambon sebagai pemilik marka parkir itu diminta untuk menghapus, sebab juga telah banyak keluhan dari masyarakat.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, adanya marka parkir di depan MCM Tantui, secara tidak langsung telah memudarkan semangat orang dalam menaruh investasi usaha di Kota Ambon. Padahal investasi saat ini terus didorong pemerintah dengan terus memelihara sumber investasi yang masuk. Maka nanti akan diperintahkan kepala Dishub kota Ambon untuk segera menghapusnya.

“Marka jalan milik Dishub Ambon ini, sangat bertentangan dengan semangat investasi usaha yang ada di Kota Ambon. Sesuai dengan aturan itu tidak boleh, sebab kawasan jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan nasional. Maka saya akan perintahkan Kepala Dishub Kota Ambon untuk segera mengapus dan menghentikan kegiatan marka parkir itu,” tegas Walikota di gedung DPRD Kota Ambon, Belakang Soya, Jumat (12/4/19).

Walikota katakan, dirinya akan meninjau program marka parkir tersebut. Sebab juga, adanya marka parkir itu telah dikeluhkan oleh pihak MCM. Pasalnya telah ada parkiran yang sudah disediakan didalam areal mall dan itu dengan tujuan agar tertata perparkiran. Apalagi jalur itu merupakan jalan tol dari dan keluar Ambon.”Iya mereka juga telah menyampaikan keberatan atas hadirannya marka parkir. Pokoknya marka parkir harus dihentikan, semua kendaraan tidak boleh parkir di badan jalan. Sebab sudah ada tempat parkir dari pihak MCM yang disediakan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally mengaku, pihaknya sudah sejak awal memberitahukan Dishub agar mempertimbangkan program marka parkir yang dilakukan di depan MCM, namun tidak diindahkan dengan alasan marka parkir dibuat guna mencegah parkir liar. Padahal, marka parkir tersebut dinilai telah memiliki banyak dampak negatif diantaranya membahayakan pengguna lalulintas serta membuat semangat usaha pudar. Sikap tegas Walikota patut diapresiasi.

“Jangan hanya kepentingan si parkir, harus membahayakan investasi Kota Ambon. Banyak dampak buruknya, selain menurunkan angka keselamatan, itu juga melanggar undang-undang dimana badan jalan nasional tidak bisa dibuat marka parkir. Sikap Walikota merupakan sesuatu yang tujuannya untuk menjaga investasi agar bisa tetap bertahan dan semakin bertambah. Sebab beliau pasti telah memikirkan dampaknya maka beliau memerintahkan untuk menutup marka parkir MCM,” kunci Wally, politisi PKS. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *