by

Hadirkan Proses Belajar Menarik, FIPK IAKN Ambon Latih 30 Guru SD

-Pendidikan-227 views

AMBON,MRNews.com,- Pandemik Covid-19 mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah. Guru dituntut untuk mampu membuat media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Begitu pula guru kelas di SD Kristen Belso A1 dan Belso B1. Mereka dituntut menjadi guru yang kreatif ditengah pandemik Covid-19.

Menjadi guru kelas bukanlah hal mudah untuk mengajar peserta didik secara online maupun offline. Guru kelas diharapkan kreatif dan mampu membuat materi ajar yang kontekstual, dan tidak hanya berpusat pada buku teks.

“Mengingat guru kelas harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran, maka guru kelas dituntut membuat bahan ajar yang menarik dan tidak membosankan bagi anak didik,” kata ketua tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) IAKN Ambon Jacoba Matital, M.Pd.

Guna melengkapi guru kelas SD Belso AI dan SD Belso B1 dalam menyiapkan perangkat pembelajaran yang kreatif dan inovatif, kata Matital, tim PkM yang dipimpinnya bersama Denissa Alfiany Luhulima, M.Pd, Fransisca Jallie Pattiruhu, MH, Hellen Pattiruhu, M.Sc, Marlen Wariunsora, M.Pd, dan Niechen Revallo, MH beserta dua mahasiswa Christin Maulany dan Krista Mahulette, melakukan kegiatan pelatihan.

“Bentuk pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari sejak 8-10 Oktober 2020 yaitu pembuatan RPP 1 lembar, praktik membuat media pembelajaran online dan offline, metode belajar Matematika, pengenalan EBI dan metode belajar kontekstual, media belajar pancasila dan media belajar Kewarganegaraan,” ungkap Matital.

PkM yang mengusung tema “Menjadi Guru Kelas yang kreatif di masa pandemik Covid-19” hadirkan 30 guru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kegiatan PKM ini tidak hanya mewujudkan satu diantara unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian, tetapi juga meningkatkan kreativitas guru dalam mengoptimalkan kegiatan pembelajaran,” tukasnya lewat rilis yang diterima media ini, Senin (19/10).

Sementara Kepala Sekolah SD Kristen Belso A1, Laimera Markus, S.Th menyambut baik tim PkM FIPK IAKN Ambon yang berbagi ilmu dan pengalaman kepada SD Belso A1 maupun B1. Sebab pihaknya perlu mendapat inovasi baru dalam pembelajaran, sehingga kreativitas guru di sekolah terus diasah melalui kegiatan pelatihan.

“Hal ini tentu bukan karena kami bermitra dengan IAKN Ambon, tetapi lebih daripada itu, kami saling membutuhkan dan saling melengkapi guna mengajar dan mendidik anak-anak bangsa,” urai Laimera.

Senada, Kepala SD Kristen Belso B1 Roslientje J. Lesilolo, S.Pd saat menutup PkM mengakui, pihaknya menemukan hal baru dalam proses pelatihan. Sebab tidak hanya mendapat ilmu pengetahuan, tetapi diajarkan bagaimana menjadi guru kreatif dan mampu mengembangkan bahan ajar yang menarik dan tidak membosankan bagi anak didik.

“Kami harapkan adanya kegiatan lanjutan agar para guru mendapat inovasi baru dalam mengembangkan pembelajaran kreatif dan inovatif sesuai tuntutan zaman. Terima kasih kepada tim PkM, karena diakhir pelatihan, para guru diberi modul materi kegiatan PkM beserta video bahan ajar sebagai produk hasil pelatihan untuk dibawa pulang dan dipelajari di rumah,” tutur Laimera & Lesilolo.

Tak hanya kedua kepala sekolah, semua guru kelas SD Belso A1 dan SD Belso B1 memberi apresiasi kepada tim PKM FIPK IAKN Ambon karena telah memberikan pelatihan yang sangat bermanfaat. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed