by

Hadapi AKB, Gereja di Ambon Terapkan Prokes Ketat Dalam Ibadah

-Agama-179 views

AMBON,MRNews.com,- Jemaat-jemaat di Klasis GPM Kota Ambon, Pulau Ambon, Pulau Ambon Timur dan Pulau Ambon Utara hari ini, Minggu (11/10) mulai melakukan ibadah tatap muka di Gedung Gereja dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang sangat ketat. Sebab Kota Ambon masih ada dizona merah Covid-19.

Pantauan Mimbarrakyatnews.com dalam ibadah pagi di Gedung Gereja Maranatha, protokol kesehatan diberlakukan kepada semua umat tanpa kecuali. Mulai saat masuk halaman gereja wajib pakai masker, diukur suhu tubuh oleh tim relawan, lalu diarahkan cuci tangan pada air mengalir dengan sabun dan diberi handsanitizer.

Kemudian, umat diarahkan duduk pada kursi yang tidak diberi tanda silang (X) untuk menjaga jarak sosial satu dengan lainnya sesuai pengaturan didalam gedung Gereja. Bahkan pelayan khusus baik pendeta, majelis jemaat, pelayan musik hingga pengisi pujian tak luput dari ketatnya Prokes.

Handsanitizer pun disediakan pihak Gereja diatas kotak persembahan bagi umat usai memberi persembahan syukurnya. Tak hanya itu, usai ibadah, biasanya pelayan khusus berjabat tangan dengan umat atau sebaliknya didepan pintu gereja, namun itu ditiadakan guna menghindari sentuhan.

Semua protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19 benar-benar diterapkan dengan baik dan ketat oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai acuan menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Tak saja di Maranatha, beberapa Gereja dari pantauan langsung maupun via media sosial diantaranya Gereja Syaloom-Batu Meja, Gereja Pniel Batu Gajah dan Gereja Baitlehem-Hutumuri juga menjalankan Prokes Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Ambon bidang keagamaan yang dikoordinir Fenly Masawoy bahkan turun langsung memantau jalannya ibadah di Gereja Maranatha dan beberapa gedung Gereja lainnya di Kota Ambon.

Masawoy mengaku, prinsipnya GTPP memantau penerapan Prokes pada Gereja-gereja yang sudah dibuka untuk ibadah. Hasilnya, dari sisi fasilitas Gereja dalam menjalankan Prokes sudah dilakukan. Bahkan sampai menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan beberapa Gereja mempunyai relawan Covid-19 yang ikut membantu penerapan Prokes.

“Katong tadi pantau di Klasis Pulau Ambon Timur dan Utara dari Passo-Tawiri dan beberapa di kota. Memang ada Gereja yang sudah ibadah, tapi ada juga yang belum, masih di rumah. Majelis saja yang di Gereja,” tandas Plt Kabag Kesra Pemkot Ambon itu via seluler, Minggu siang.

“Secara umum pantauan kita semua Gereja sudah sesuai Prokes. Karena Klasis dan Jemaat ikuti petunjuk dari Sinode. Dalam mengatur jarak misalnya, semua ada tanda jarak (X). Kalau kapasitas 100 orang, paling tidak sampai 50 persen didalam Gereja. Sebagian besar begitu. Memang ada Gereja yang ibadahnya pagi dan sore tapi ada yang sekali saja,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed