by

H-4 Pilkada Bursel, Masyarakat Ragukan Netralitas ASN

AMBON,MRNews.com,- Empat (4) hari menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), ditemukan fakta baru. Ternyata masyarakat di kabupaten bertajuk Lolik Lalen Fedak Fena itu sangat meragukan netralitas aparatur sipil negara (ASN) pada event politik lima tahunan itu.

Keraguan atau tidak yakin ASN netral tergambar sebesar 64,72 persen sesuai survey yang dirilis Parameter Konsultindo research and consultant. Hanya 24,59 persen yang yakin atau percaya ASN netral di Pilkada, 10,69 persen tidak menjawab.

“Netralitas ASN menjadi perhatian serius oleh pihak–pihak terkait dan harus diberikan tindakan keras apabila ditemukan keterlibatan ASN dilapangan,” kata Direktur Parameter Konsultindo wilayah Maluku Edison Lapalelo dalam paparan hasil survey 23-30 November 2020, Jumat (4/12).

Berbanding terbalik dengan TNI/Polri, dimana 85,77 persen responden meyakini kedua institusi keamanan itu akan netral di Pilkada, tidak yakin hanya 5,16 persen. Demikian pula 53,92 persen masyarakat/responden yakin penyelenggara Pemilu netral di Pilkada, tidak yakin 37,81 persen.

Lapalelo menjelaskan, soal popularitas dan akseptabilitas, pasangan calon Bupati-Wabup Bursel Safitri Malik Soulisa-Gerson Selsily (SMSGES) unggul 94,13 persen dan 70,92 persen dari dua lawannya Rahman Soulisa-Elisa Lesnussa (MANIS) dan Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB).

Akan tetapi, terhadap tingkat elektabilitas atau keterpilihan masyarakat, paslon MANIS unggul 34,09 persen dari SMSGES 31,10 persen dan AJAIB 25,44 persen. Menariknya, 9,37 persen belum menentukan pilihannya. Artinya masih bisa mempengaruhi hasil akhir.

“Swing voters dari 13,72 persen, paling tinggi kemungkinan ke AJAIB 7,08 persen, MANIS 3,85 persen, SMS GES 3,98 persen. Data ini masih bergerak dan kemungkinan akan jadi voters yang menentukan siapa pemenang Pilkada Bursel nanti,” tandas Lapalelo dalam paparannya di Manise Hotel.

Bila dipetakan sesuai sebaran dukungan dienam (6) kecamatan, kata Lapalelo, SMS GES yang didukung partai “gemuk” hanya menang di kecamatan Namrole yang pemilihnya 11.159 atau terbanyak.

AJAIB unggul didua kecamatan yaitu Ambalau dan Kapala Madan. Sedangkan MANIS meraup dukungan pada tiga kecamatan Waesama, Leksula dan Fena Fafan.

“Masyarakat dominan memilih Paslon karena kesamaan etnis dan jazirah 30,40 persen. Baru segmen agama 20,70 persen, kinerja, prestasi dan rekam jejak 16,20 persen, terakhir kesamaan ideologi politik 14,10 persen. Hal itu sesuai 1200 sampel responden yang kami ambil,” tukasnya.

Dengan selisih kurang lebih 2 persen keunggulan MANIS dan masih ada margin of eror 3 persen, maka keunggulan MANIS masih dapat terkoreksi dan posisi kemenangannya dapat digeser SMSGES dan AJAIB, bila pasangan MANIS tidak konsisten menjaga keunggulan dikecamatan yang ditemukan menang dan validasi data yang lemah oleh tim.

“Peluang ketiga Paslon terbuka untuk menang pada hari H. Kami juga temukan soal kerawanan manipulasi data dan konfik cukup besar, maka diharapkan semua Paslon dapat menjaga laporan bertingkat terhadap data dan kondisi saat Pilkada. Semua Paslon juga harus perhatikan praktek money politic yang dapat merusak demokrasi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed