by

Gustu Maluku: Pasien Meninggal Bukan Karena Covid-19

-Maluku-1,547 views

AMBON,MRNews.com,- Gugus tugas (Gustu) pencegahan dan penanganan Covid-19 Provinsi Maluku membantah kabar yang beredar warga kota Ambon yang meninggal dan dimakamkan tadi pagi di pekuburan dusun Taeno Desa Rumahtiga karena Covid-19. Sebab statusnya masih kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan hasil PCR belum diketahui.

Pasalnya, spesimen Swab PCR yang bersangkutan untuk memastikan almarhum positif atau negatif Covid-19 baru dikirim tadi pagi ke laboratorium kesehatan (Labkes) DKI Jakarta oleh gugus tugas provinsi.

“Informasi yang beredar dimasyarakat bahwa pasien adalah pasien Covid. Sekali lagi kami digugus maupun lainnya di kota Ambon, kita tidak mengatakan pasien tersebut adalah Covid, sebelum kita mendapatkan hasil Swab PCR,” kata ketua harian Gustu Covid-19 Maluku Kasrul Selang di posko Gustu, Jumat (1/5).

Almarhum sebelumnya kata Kasrul, datang ke rumah sakit sekitar pukul 6.15 Wit dengan keluhan sesak nafas, ada batuk-batuk. Almarhum juga memiliki riwayat program pengobatan penyakit minum obat 6 bulan, didada. Kemudian dirawat di IGD. Saat di IGD, dilakuan rapid tes untuk antibodi dan hasilnya reaktif.

“Saat dilakukan konsultasi, kondisi dari pasien terus memburuk, melemah. Artinya pernapasan semakin sesak. Kemudian pindahkan ke ruang isolasi pukul 22.30 WIT dan pukul 23.40 WIT pasien tidak dapat tertolong,” jelasnya.

Dalam kondisi pasien tadi malam sebelum meninggal, lanjut Kasrul, pihaknya sudah berupaya melakukan Swab. Tapi ketika petugas datang dan persiapan untuk mengambil swab, Tuhan berkata lain, pasien sudah wafat. Sehingga Swab hanya dilakukan dari hidung dan Swab sudah dikirim pagi tadi ke Jakarta.

“Dikarenakan ada kendala teknis di BTKL-PP Kelas II Ambon yang selama ini melakukan Swab maka terpaksa dikirim ke Labkes DKI Jakarta. Kami sangat berempati atas apa yang dirasakan keluarga almarhum. Artinya jika kita diposisi keluarga pasti kita merasakan kesedihan pula. Namun upaya pencegahan preventif akan dipertimbangkan jauh lebih dominan,” bebernya.

Beberapa protap tambahnya, mengatakan pasien-pasien seperti kondisi itu (almarhum) masuk PDP. Karenanya sambil menunggu Swab, maka dilakukan protap seperti pasien Covid-19.

“Artinya, untuk mencegah penyebaran meski belum terkonfirmasi hasil Swab sudah diberlakukan protap seperti pasien terkonfirmasi. Mulai keluar ruang isolasi, ke kamar mayat, pemulasaran jenazah sampai ke tempat pemakaman,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed