by

Gustu “Kecolongan”, ODP Positif COVID Meninggal, Pemakaman Tak Sesuai Protap

-Maluku-6,964 views

AMBON,MRNews.com,- Gugus Tugas Pencegahan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku diduga lakukan kecolongan dalam penanganan.

Pasalnya satu pasien asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang baru terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kodefikasi kasus 35 diketahui saat meninggal, pemakamannya tak sesuai protap kesehatan COVID. Namun dilakukan seperti biasa.

Memang, sebelum hasilnya keluar, pasien berinisial DAS itu telah meninggal dan statusnya kategori orang dalam pemantauan (ODP). Sebab saat masuk rumah sakit, tidak ada gejala menonjol serupa COVID. Sehingga meninggalnya DAS tidak pernah diinformasikan Gustu.

“DAS meninggal, statusnya ODP. Memang selama ini tidak diinformasikan Gustu karena almarhum masuk rumah sakit tidak dengan gejala COVID-19. Masuk dengan gejala gagal Ginjal. Menonjol dipenyakit utama, Ginjal itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh kepada awak media di lantai VI kantor Gubernur Maluku, Senin (11/5).

Almarhum DAS kata Meykal, masuk RSUD dr Haulussy 22 April, kemudian diperiksa RDT dan hasilnya negatif, sehingga tidak terlapor. Namun dalam perjalanannya, pasien meninggal 7 Mei lalu. Sementara hasil Swab almarhum tiba 10 Mei kemarin.

“Sebelum pasien meninggal, pihak rumah sakit sempat konsultasi ke bagian Paru karena timbul sesak napas. Serta konsultasi dengan isteri almarhum. Diketahui, almarhum sebulan lalu pernah ke Jakarta maka dilakukanlah Swab. Hasil Swab datang 10 Mei ternyata positif. Makanya dia terlapor sebagai orang meninggal, dicari di PDP tidak ada, sebab terlapor masuk ODP,” ujarnya.

Dilanjutkan, karena hasil Swab pasien saat itu belum ada, usai pasien meninggal, kemudian dibawa pulang ke SBB untuk pemakaman. Yang dilakukan seperti biasanya.

Namun memang diakui, harus kerja ekstra dari petugas kesehatan. Karena mesti dilakukan tracing terhadap keluarga almarhum, para medis, tenaga kesehatan yang mengantar, serta warga yang ikut pemakaman.

“Mudah-mudahan ini adalah orang tanpa gejala (OTG). Kasus ini memang berat sebab almarhum komplikasi. Soal pemakaman tak sesuai protap, kalau mau dibilang kecolongan, bisa yah bisa tidak. Dokter sudah melakukan sebagaimana protap yang ada di rumah sakit. Hanya memang kecolongan karena hasilnya yang terlambat,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed