by

Gubernur Maluku : Teladani Hikmah di Balik Perayaan Maulid Nabi

AMBON,MRNews,com.- Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail mengingatkan agar hikmah dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi teladan yang dipegang teguh oleh setiap pengikutnya. Terutama hikmah sebagai bangsa majemuk khususnya di Provinsi Maluku, harus bisa mengambil hikmah perayaan Maulid guna diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul, hakekatnya bukan hanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, akan tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia,” ungkap Gubernur Maluku dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku di Gedung Ashari, Senin (18/11/2019). Saat hadir, Gubernur disambut sejumlah kader PKS yang sudah memenuhi ruangan gedung dengan saling menyalami. Turut hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, Ketua Fraksi PKS DPR RI DR. H. Jazuli Juwaini, MA, anggota DPR RI dari PKS diantaranya Saadyah Uluputty, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Asis Sangkala, para Pengurus DPW PKS Provinsi Maluku, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Pada Maulid Nabi yang mengusung tema “Terus Berkhidmat Untuk Kebaikan Umat Bangsa dan Negara,” ini, gubernur menyampaikan beberapa hal penting yang berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran sosok Nabi akhir zaman, sekaligus Rasulullah yang membawa rahmat secara universal. Dikatakannya, secara substantif Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan refleksi dan kajian seputar perkembangan tatanan kehidupan keagamaan. Dengan mengenang Rasulullah SAW, sebut mantan Komandan Korps Brimob Polri ini, maka akan tumbuh rasa cinta kepada Rasul. “Selain sebagai teladan yang sempurna, sebagai seorang ayah, suami dan pemimpin keluarga, Nabi Muhammad SAW juga menjadi teladan sebagai memimpin umat manusia,” tandasnya. Menurut Gubernur, jika ingin menjadi bangsa yang besar, kuat dan kokoh, maka harus berani menerima perbedaan dan kemajemukan serta menghargai harkat dan martabat setiap orang, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan kebangsaan. Dijelaskannya, peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk saling merangkul kembali persaudaraan kemanusiaan dan persaudaraan kebangsaan guna merekatkan kembali persatuan dan kebersamaan sesama warga. “Dengan menanamkan nilai-nilai itulah, niscaya kita dapat membangun kokohnya toleransi, solidaritas dan kebersamaam diantara orang basudara,” tegasnya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed