by

Gubernur Akui Banyak Wilayah di Maluku Belum Terlayani Transportasi Laut

-Maluku-76 views

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku Murad Ismail mengakui hingga kini masih banyak wilayah-wilayah di Provinsi Maluku yang belum terlayani transportasi laut sepenuhnya.

Karena itu Maluku masih membutuhkan dukungan adanya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) dengan ukuran GT yang besar seperti KMP Bahtera Nusantara 02 yang diresmikan operasionalnya hari ini bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Saya berharap bapak Menteri Perhubungan dapat membantu Maluku guna meningkatkan konektifitas wilayah, dan peningkatan keselamatan pelayaran bagi pengguna jasa,” tandasnya saat meresmikan pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 02 bersama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, (3/10/20).

Untuk mendukung program pemerintah kata dia, pemerintah provinsi Maluku menititik-beratkan pada integrasi transportasi penyeberangan antar pulau, khususnya pembangunan infrastruktur pelabuhan dan industri jasa penunjang, sehingga memungkinkan peningkatan akselerasi pariwisata dan perekonomian masyarakat di pulau-pulau.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku, saya sampaikan terima kasih yang tulus serta memberi apresiasi tinggi kepada bapak Menteri atas bantuan kapal tersebut sebagai salah satu transportasi yang akan menjadi penghubung antar pulau di Maluku,” jelas mantan Kapolda Maluku.

Murad menilai, pelaksanaan pembangunan sarana prasarana transportasi di Maluku dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan signifikan. Hal itu perlu dilakukan, mengingat kondisi geografis Maluku yang sebagian besar terdiri dari lautan serta membutuhkan ketersediaan sarana prasarana serta jaringan transportasi yang memadai, guna menunjang pembangunan ekonomi, politik, sosial-budaya dan pariwisata di Maluku.

“Dengan demikian, keberadaan angkutan penyeberangan KMP Bahtera Nusantara 02, merupakan salah satu sarana penghubung antar pulau, karena mempunyai keunggulan dalam mobilisasi orang, dan barang dalam jumlah besar serta biaya yang relatif lebih murah dibandingkan agkutan darat maupun angkutan udara,” kata Gubernur.

Hal ini juga, jelas Gubernur, merupakan bagian penting dari kebijakan poros maritim dan pengembangan tol laut di indonesia, yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Dengan dicanangkannya tol laut, harus kita jawab dengan mendorong percepatan pembangunan kemaritiman, dan mendorong infrastruktur perhubungan, termasuk sarana prasarana perhubungan laut seperti, penambahan armada kapal laut dan pembangunan pelabuhan,” imbuhnya.

Sementara Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengaku, KMP Bahtera Nusantara dibangun pada 2018 sampai 2019, dengan alokasi anggaran 89 milyar.

Kapal dengan panjang 71 meter, lebar 14 meter dengan bobot 1500 GT (Gross Ton) yang akan melayari rute Ambon-Banda-Tual PP itu dapat mengangkut penumpang sekitar 380 orang dan 60 kendaraan campuran.

“Untuk mendukung beroperasinya kapal ini sesuai harapan, kami telah alokasikan Rp. 2.2 milyar untuk subsidi bagi penumpang dan kendaraan selama 2 bulan hingga Desember 2020. Untuk keberlangsungannya, saya juga sudah siapkan di tahun 2021 untuk subsidi sekitar 14 milyar,” bebernya.

Turut hadiri peresmian, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Danlantamal) IX Ambon Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, Kabinda Maluku Brigjen Jimmy Aritonang, Wakajati Maluku Undang Mugopal, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Bupati/Walikota se- Maluku. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed