by

GMKI Mengabdi di Negeri Huku Kecil-SBB; Akses Jalan Bermasalah, Warga Jalan 32 Kilometer

AMBON,MRNews.com,- GMKI Cabang Ambon melakukan kegiatan pengabdian di Negeri Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mulai dari tanggal 13-19 Februari 2022.

Dalam kegiatan pengabdian selama satu minggu itu, GMKI melakukan berbagai kegiatan antara lain, sosialisasi Stunting oleh Kepala BKKBN Provinsi Maluku bersamaan dengan itu pengobatan gratis dilakukan tim kesehatan dari Puskesmas Elpaputih dan tim kesehatan dari GMKI.

Kemudian kegiatan GMKI mengajar pada tingkat PAUD, SD dan SMP, pelatihan pengelolaan pangan lokal, pelatihan IT bagi perangkat pemerintah Negeri, Majelis Jemaat serta guru sekolah.

Penyuluhan Pola Hidup Bersih & Sehat (PHBS), pelatihan pembuatan Sirup Pala, pembuatan Pestisida Alami untuk kesehatan tanaman, launching kebun GMKI (GMKI Berkebun) dan peresmian tugu prasasti Negeri dan Jemaat Binaan GMKI Ambon.

Ketua GMKI Cabang Ambon Josias Tiven menjelaskan, selain sejumlah kegiatan itu,
ada tim GMKI diwaktu serupa melakukan survei terkait kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Huku Kecil.

“Nantinya data-data yang didapatkan dari hasil survei itu akan berikan kepada pihak terkait yakni Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat agar dapat melihat masalah baik itu masalah infrastruktur maupun sosial ekonomi,” beber Tiven.

Dimana secara kasat mata, sebut Tiven, masalah yang ditemui GMKI saat melakukan pengabdian yakni masalah akses jalan minim perhatian pemerintah. Masyarakat harus menempuh perjalanan sepanjang 32 kilometer untuk mencapai tempat tujuan.

Aksesibilitas pada daerah pegunungan Seram yang terdapat 5 (lima) Negeri yakni Sumeith Pasinaru, Ahiolo, Watui, Huku Kecil dan Abio, rata-rata miliki masalah sama seperti masalah sosial ekonomi, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

“Semua masalah yang telah disebutkan tadi diakibatkan aksesbilitas (akses jalan-red) sehingga Negeri-negeri yang berada pada daerah tersebut sangatlah tertinggal dari sisi pembangunan Infrastruktur,” beber alumnus Politeknik Negeri Ambon itu.

Masalah akses jalanpun tambah dia, sangat berpengaruh terhadap pembangunan dan pengembangan pendidikan serta kesehatan pada Negeri Huku Kecil tersebut.

“Harapan besar kepada pemerintah yakni, masyarakat sangat butuhkan akses jalan.
Karena bagi mereka ketika akses jalan ada, maka semua permasalahan pada Negeri tersebut bisa diatasi perlahan-lahan. Dan mereka sudah tidak lagi berjalan 32 kilo meter,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed