Gempa Non Stop, TK-SMP di Ambon Libur Seminggu

AMBON,MRNews.com,- Pasca Gempabumi 6,5 SR Kamis (26/9/2019), gempa non stop mengguncang Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB). Bahkan hari ini atau tepatnya dua minggu, gempa berkekuatan 5,2 SR kembali terjadi menghentak kota Ambon.

Hingga akhirnya karena tak mau mengambil resiko dan atas masukan sebagian warga masyarakat, walikota Ambon Richard Louhenapessy pun mengeluarkan instruksi untuk sekolah dari TK-SMP se-derajat di kota Ambon diliburkan mulai besok (11/10) hingga (19/10) atau seminggu satu hari. Aktivitas belajar mengajar akan normal kembali Senin (21/10) mendatang.

“Memperhatikan kondisi kota Ambon akhir-akhir ini, maka bapak Walikota Ambon menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP (diharapkan juga SMA/SMK) se-kota Ambon untuk dapat meliburkan sekolah terhitung hari Jumat 11 Oktober 2019 sampai Sabtu 19 Oktober 2019. Sekolah kembali berakvitas pada Senin 21 Oktober,” demikian bunyi instruksi Walikota yang juga dipertegas
oleh kepala dinas pendidikan kota Ambon Fahmi Salatalohy melalui akun media sosial facebook miliknya.

Wakil walikota Ambon Syarif Hadler kepada media di kediamannya, Kamis (10/10/19) membenarkan adanya instruksi tersebut. Sebab Pemkot jelas tidak mau mengambil resiko dan ingin memastikan keslamatan siswa-siswi dan guru tetap aman. Pasalnya gempa susulan terus terjadi dengan skala 3-5 SR. Apalagi ada sebagian orang tua pun panik, takut terhadap anaknya di sekolah hingga menelpon meminta sekolah diliburkan.

Sementara untuk sekolah SD-SMP dibawah asuhan kementerian agama dia mengaku, Pemkot lewat kepala BKPSDM dan kepala dinas pendidikan akan berupaya koordinasi dengan Kanwil Kemenag kota Ambon dan provinsi Maluku agar kebijakan itu pun disamakan dengan sekolah non agama.

“Pemkot mengambil kebijakan itu tentu ada alasannya, utama yakni keamanan anak-anak. Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah disetujui untuk sekolah diliburkan. Bahkan saat gempa pun, saya ditelpon sebagian orang tua siswa meminta sekolah diliburkan sementara. Sebab orang tua pasti panik, gelisah dan takut terhadap anaknya. Wajar saja,” papar Hadler yang didampingi sekretaris kota dan sejumlah pimpinan OPD terkait. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *