by

Gempa 5,1SR Tewaskan Dua Orang, Satu Langsung Disantuni

AMBON,MRNews.com,- Gempa bermagnitudo 5,1 SR yang mengguncang kota Ambon kemarin, menyisahkan dua orang warga Ambon yang berdomisili di Kelurahan Pandan Kasturi, Desa Batumerah Kecamatan Sirimau dan di Desa Passo meninggal dunia.

Mereka yang meninggal itu bukan tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa, tetapi memang dalam rekam medis memiliki riwayat jantung yang tiba-tiba kumat karena syok atau trauma ketika diguncang gempa. Salah satu korban di Pandan Kasturi langsung disantuni uang kematian oleh pemerintah kota (Pemkot) Ambon kepada ahli waris korban.

“Sampai hari ini saya dapat informasi dua orang meninggal, bukan karena reruntuhan bangunan atau apa, tapi lari lalu terjatuh dan meninggal. Jadi memang sudah ada sakit bawaan, riwayat jantung. Mungkin syok. Yang tinggal di Pandan Kasturi siang tadi sudah pemakaman. Saya sempat melayat sekaligus memberi bantuan duka dan akte kematian kepada istrinya,” ujar sekretaris kota Ambon A.G Latuheru kepada wartawan di Balaikota Ambon, Rabu (13/11/19).

Sedangkan satu lagi korban meninggal di Passo diakui Latuheru, riwayatnya hampir sama karena syok lalu serangan jantung, bukan akibat reruntuhan sebagaimana informasi dari dinas kesehatan. Menurut rencana, korban akan dimakamkan besok. “Besok juga kita akan serahkan bantuan duka dan akte kematian pada keluarga. Bantuan duka biasanya diberikan kepada warga kota pemegang KTP Ambon yang meninggal senilai Rp 2 juta,” ungkapnya.

Terkait dampak kerusakan gempa 5,1 SR kemarin di Ambon diakuinya, sesuai data masuk di posko BPBD, rumah rusak baru dari Kecamatan Sirimau kurang lebih 13 rumah, sedangkan dari empat kecamatan lain belum ada. “Saya minta hari ini sampai sore sudah harus ada lengkap, karena kita punya informasi dari desa/lurah naik camat terus ke posko kota,” beber Latuheru.

Menurutnya, dampak itu belum diverifikasi tim teknis. Nanti setelah diverifikasi baru ketahuan mana rusak berat, ringan dan sedang serta dan mengetahui apakah sudah pernah diverifikasi sebelumnya atau tidak. Data yang didapat media ini, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa kemarin di beberapa titik diantaranya Rumah Susun Waiheru, Maluku City Mall (MCM), Masjid gunung Malintang, dan patung Leimena.

Sementara aktivitas pasca gempa ini, tambah mantan Sekwan DPRD Ambon, tetap berjalan dengan normal walaupun ada isu-isu gempa maupun lainnya yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Termasuk di pemerintahan pun berjalan seperti biasa dan pelayanan publik lainnya juga normal.

“Jadi data yang sudah masuk dan data yang sudah final itu pasca 26 September kurang lebih ada 1.631 rumah rusak, itu data terkahir kita. Rusak berat ada 306 rumah, sisanya rusak sedang dan ringan. Data tanggal 10 Oktober sudah ada data di kita, cuma karena belum diveriksikasi habis. Sudah diambil data lapangan hanya kita belum verifikasi internal dengan pihak BNPB. Kita mau verifikasi semua dengan mereka. Jika data sudah final baru kita informasikan keluar,” ungkapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed