by

Gelombang Demo Mahasiswa di Ambon, Minta UU Omnibus Law Dicabut

-Maluku-247 views

AMBON,MRNews.com,- Gelombang demo meminta dicabutnya UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) yang telah ditetapkan DPR-RI masih terjadi. Setelah Kamis lalu menjadi awal, hari ini, Senin (12/10) aksi turun jalan dilakukan secara serentak oleh berbagai elemen mahasiswa disejumlah titik di Kota Ambon sejak pagi hingga sore.

Pantauan media ini di lapangan, dimulai dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon yang beraksi diluar pagar kantor Gubernur Maluku. Saat orasi, para pendemo ditemui Wakil Gubernur Barnabas Orno yang menumpangi mobil komando. Usai mendapat tanggapan Wagub, IMM beranjak ke Gedung DPRD Maluku dengan tuntutan serupa.

Ditengah aksi IMM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ambon pimpinan Burhanuddin Rumbouw menyusul demo dengan titiik utama depan Balaikota Ambon. Bersamaan HMI, Himpunan Mahasiswa Pelajar Lelemuku (Himapel) KKT Ambon juga demo namun tuntutan berbeda yaitu mendesak Kejati Maluku segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi taman kota Saumlaki.

Aksi HMI dan Himapel KKT Ambon itu membuat akses kendaraan disepanjang jalan Sultan Hairun lumpuh dan terpaksa dialihkan ke jalur lain. Lagi-lagi Wagub Maluku Barnabas Orno yang menemui masa HMI. Namun Wagub menolak tanda tangan surat usulan pembatalan UU Omnibus Law Ciptaker yang disodorkan HMI. Karena ditolak, HMI tetap lanjut aksi, lalu berser ke Gedung DPRD Kota Ambon.

Tak berhenti disitu, ratusan mahasiswa IAIN Ambon yang awalnya beraksi di kantor DPRD Maluku dengan tuntutan yang sama, juga mendatangi kantor Gubernur Maluku. Mereka berorasi didalam lapangan Merdeka kurang lebih 2 jam. Kembali Wagub yang menemui pendemo diatas mobil pick up. Sodoran surat yang sama dengan HMI dari IAIN untuk diteken juga ditolak Wagub.

Sementara itu, di jalan dr Leimena-Poka tepatnya depan rektorat Universitas Pattimura (Unpatti) ratusan mahasiswa pencinta alam (Mapala) se-jajaran Unpatti juga turun jalan menolak UU Omnibus Law Ciptaker. Akses jalan disepanjang patung Leimena-JMP dan sebaliknya pun ditutup.

Demo elemen mahasiswa di DPRD Maluku oleh IMM dan HMI Cabang Ambon kubu lain ikut dikawal Kapolda Maluku Irjen Pol Baharuddin Djafar. Bahkan Kapolda lakukan sholat Dzuhur bersama pendemo dihalaman Balai Rakyat. Sedangkan demo didepan Unpatti dikawal Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes.

Kabag Ops Polresta Ambon AKP Syahirul Awab mengaku, personil yang mengawal aksi didepan Unpatti sekitar 130 orang dengan masa aksi 150 orang. Aparat keamanan masih lakukan audience dan mediasi agar aksi bisa bubar. Sebab demo dititik lainnya sudah selesai.

“Sedari pagi hingga sore, total 750 personil gabungan TNI Polri diturunkan lakukan pengamanan unjuk rasa. Khusus Polresta Ambon, sekitar 550 personil dari Polsek jajaran, Sat Brimobda Maluku, Dit Samapta Polda Maluku, Denkav serta Kodim Ambon. Situasi secara umum masih aman terkendali untuk wilayah kota Ambon,” tutur Syahirul. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed