by

GANN Minta Tiga Polisi Pesta Narkoba Dipecat

AMBON,MRNews.com,- Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Maluku meminta dan mendesak agar Polda Maluku nantinya dapat menjatuhi sanksi tegas kepada tiga oknum polisi Polda Maluku yang melakukan pesta narkoba bersama dua warga sipil di asrama Polda Tantui, Senin (13/1/2020) dipecat.

Mereka adalah Eivandeed Matrutty alias Evan (31), Afrizal Masawoi alias AM (31) dan Ilham Palembang alias AP (35) bersama dua warga sipil Semmy Uneputty alias SU (46) dan Herlina alias Lina (31) Penangkapan tiga anggota polisi bagi GANN mesti disikapi secara serius oleh Polda Maluku.

Pasalnya, kasus narkoba yang menimpa lembaga hukum ini sudah sering terjadi yang melibatkan oknum anggota Polda Maluku. Sehingga tentunya mencoreng reputasi institusi kepolisian.

Sebagai mitra pemerintah, kami meminta Kapolda Maluku tetap konsisten dan tidak toleransi bagi para oknum polisi pelaku kejahatan. Kasus-kasus narkoba yang menimpa oknum polisi tertentu harus diberikan tindakan dan sanksi tegas, karena tindakan oknum tersebut tidak bisa dibenarkan. Kami usulkan untuk dipecat dari anggota polisi,” tegas Sekretaris DPD GANN Maluku Hidayat Samalehu kepada media ini di Ambon.

Terseretnya beberapa oknum anggota Polda Maluku sepanjang 2019 dengan berbagai kasus dan diawal 2020 dengan narkoba diakuinya, menandakan lembaga hukum ini khususnya Kapolda Maluku harus pro aktif dan konsen dalam pembenahan secara internal kelembagaan. Sebab sebagai institusi hukum, seluruh personil mestinya memahami tugas dan fungsinya dengan benar agar publik juga diberi pembelajaran hukum yang baik.

“Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar diwujudkan sebagai bentuk ketaatan hukum. Kalau oknum polisi sudah mencontohkan hal seperti ini, bagaimana dengan masyarakat,” ingat Samalehu, Selasa (14/1).

Karena itu, sebagai lembaga swadaya masyarakat berbasis masa, GANN Maluku lanjutnya, menyarankan kepada Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa untuk setiap enam bulan sekali melakukan test urine bagi seluruh anggota Polda Maluku dan Polres serta Polsek di wilayah hukumnya sebagai bagian pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dikalangan lembaga kepolisian.

“Tujuan tentu kita mengharapkan seluruh lapisan masyarakat dan juga Polri khususnya untuk bersama-sama menumpas peredaran gelap narkoba di Indonesia terkhususnya Maluku. Sebab catatan di awal 2020 ini dengan penangkapan tiga oknum polisi jelas, catatan buruk bagi korps baju coklat untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara serius,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed