Gandong Ema Kawal Remas Batu Merah Takbir Keliling Kampung

AMBON,MRNews.com,- Harmonisasi hidup orang basudara terlihat di malam takbiran menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah. Ketika warga Negeri Ema, Kecamatan Leitimur Selatan melalui forum kemitraan polisi masyarakat (FKPM) Ema mengawal dan menjaga jalannya jamaah yang melakukan sholat taraweh di masjid An-Nur hingga takbir keliling kampung oleh remaja masjid (Remas) Negeri Batu Merah.

Saling menjaga ini merupakan kali kedua, setelah pada tahun 2018 lalu juga terjadi. Karena Negeri Batu Merah yang mayoritas beragama muslim adalah gandong atau saudara dengan negeri Ema, yang mayoritas beragama Kristen. Sebanyak 24 anggota FKPM Ema terlibat pada momen yang telah dua kali dilaksanakan ini.

“Ini tahun kedua, katong dari Negeri Ema datang jaga basudara Negeri Batu Merah sholat sekaligus takbiran keliling kampung. Karena Ema dan Batu Merah gandong, saudara. Jadi sudah selayaknya saudara jaga saudara. Itu hidup yang harmonis sebagai orang basudara di Ambon. Dari FKPM Ema ada 24 orang,” tandas koordinator FKPM yang juga Bhabinkamtibmas Negeri Ema, Brigpol Roweyknes Soplanit disela-sela pengawalan, Selasa (4/6/19).

Menurut Soplanit, tradisi saling menjaga ini akan dilakukan setiap tahun oleh pihaknya. Sebagai pertanda hidup basudara harus laeng sayang laeng, bukan sebaliknya laeng binci laeng. Sehingga juga bisa menjadi contoh bagi Desa/Negeri lain di Maluku serta daerah lain di Indonesia untuk tetap menunjukkan sikap toleransi dan persaudaraan.

Sementara itu, Penjabat Negeri Batu Merah, Fenly Masawoy menambahkan, makna takbiran itu ialah harus mengumandangkan takbir bukan dengan cara konvoi. Sekaligus ini menjadi pesan positif dan jadi contoh harmonisasi hidup karena ada basudara dari gandong Ema yang datang mengawal kelancaran takbiran. “Terima kasih karena gandong Ema sudah datang menjaga dan mengawal kita di Batu Merah. Ini pesan yang baik di malam takbiran, menjadikannya positif bukan dengan konvoi,” tukasnya.

Sementara pawai takbiran oleh Remas Batu Merah dimulai sekira pukul 21.00 Wit. Tak saja remaja dan pemuda, anak-anak maupun orang tua pun turut serta menjalankan kegiatan rutin jelang Idul Fitri itu. Mereka berjalan kaki berkeliling kampung, menyusuri lorong-lorong sambil terus bershalawat, bertakbir, bertahmid dan bertahlid. Tak itu saja, pawai sambil membawa obor pun turut dilakukan. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *