by

Gaji Guru Kontrak di Aru Tidak Sesuai UMR dan UMP

-Parlemen-350 views

AMBON,MRNews.com.- Anggota DPRD Maluku dapil Aru, Maluku Tenggara dan kota Tual, Benhur Watubun mengakui jika gaji guru kontrak di Kabupaten Kepulauan Aru dianggap tidak manusiawi, lantaran berada jauh dibawah Upah Minimun Regional (UMR), dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Guru kontrak itu, mereka punya gaji atau honor sebesar Rp 1.015.000,-. Jadi, dari aspek kemanusiaan kita hitung-hitungan, itu sangat tidak manusiawi. Bayangkan saja, jika mereka ada yang kost atau kontrak, belum ditambah dengan makan minum, dan ongkos transportasi, maka itu sangat memberatkan,” tegas Watubun kepada wartawan, di gedung DPRD Provinsi Maluku, Rabu (23/9).

Hal ini diketahui, setelah Watubun menjalankan agenda reses ke Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual, untuk meminta aspirasi masyarakat.

Namun demikian, kata dia, itu merupakan resiko dari sebuah pekerjaan. Pihaknya juga, lanjut Benhur, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

Akan tetapi sebagai wakil rakyat, tegas Benhur, dirinya akan berjuang, dengan membawakan masalah ini ke tingkat fraksi.

“Para guru kontrak ini harus diberikan tunjangan dan honor sebesar Rp. 2.500.000,-, dan bagi saya ini angka yang layak bagi para guru kontrak ini,” tegas Benhur.

Bagi dia, bukan saja infrastruktur, kualitas dan mutu pendidikan itu juga ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dia negara ini ada tiga hal penting, yakni badan sehat, otak cerdas, dan perut kenyang. Bagaimana orang cerdas, apalagi guru yang kondisinya pas-pasan dalam mengajar,” tegas Watubun.

Untuk itu, dia berjanji, akan berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh guru kontak ini, dan dia memastikan akan berjalan dengan baik. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed