Gagalkan Penyelundupan Merkury, Polisi Ciduk Tiga Tersangka

AMBON,MRNews.com,- Berniat lari ke kota Makasar melalui jalur laut, tiga orang penyelundup bahan berbahaya merkury seberat 127 kg akhirnya diciduk dan digagalkan upaya itu oleh pihak Ditreskrimsus Polda Maluku. Ketiganya pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Maluku dalam dugaan tindak pidana di bidang pertambangan mineral dan batubara berupa menguasai, mengangkut material tambang mineral logam jenis mercury tanpa izin.

Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Ali Yunus (54) dan Jurniati alis Jun (47), merupakan pasangan suami istri, serta Fitri Dwiyanti alias Fitri (33). Namun, ketiganya hanya sebagai peran pembantu. Karena pelaku utama dibalik upaya penyelundupan mercury alias pemilik barang masih diburu kepolisian. Ketiganya pun disangkakan melanggar pasal 161 Undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Minerba dan Batubara Juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 dan atau pasal 56 ayat (1) KUHPidana.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohoirat dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (3/5/19) mengatakan, digagalkannya penyelundupan mercury ke Makasar, bermula saat ketiganya hendak pergi dengan mobil Avanza putih bernopol B 1522 PRQ ke pelabuhan Yos Soedarso namun akhirnya dicegat polisi berpakaian preman di depan pos polisi lalu lintas Mardika, yang kemudian digelandang ke Polda Maluku guna diperiksa. Sementara pemilik barang, Hj Hadra masih dilakukan pengejaran.

“Dua tersangka, Ali dan Jun awal diciduk polisi pada 9 Maret lalu. Tiga hari kemudian, setelah kita lakukan pengembangan penyidikan, barulah Fitri ditangkap di desa Waiheru. Tersangka utama masih dalam pengejaran kepolisian. Pengakuan tersangka, ini tindakan kriminal pertama yang dilakukan,” tukasnya saat gelar kasus di Ditreskrimsus Polda Maluku, kawasan Mangga Dua.

Barang bukti (BB) yang disita polisi dari ketiganya kata Roem, yakni satu unit mobil Avanza warna putih bernopol B 1522 PRQ beserta kunci kontak, satu lembar surat keterangan dari Ditlantas Polda Maluku, delapan buah botol oli ukuran satu liter berisi mercury kurang lebih 127 kilogram, empat buah tas warna coklat, merah merk samsonite, koper warna ungu dan warna coklat merk elle, empat buah hanphone warna putih merk Samsung, Vivo, Oppo hitam, uang tunai sebesar Rp 3.500.000 pecahan Rp 100 ribu.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, tiga tersangka, penyitaan BB serta penangkapan dan penahanan tersangka, berkas perkara ketiga tersangka itu yang awalnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku pada 11 April 2019 telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa peneliti Kejati Maluku 23 April 2019. Tahap II penyerahan tersangka dan BB direncanakan oleh penyidik pada 6 Mei 2019,” kuncinya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *