by

Fraksi Gerindra Soroti Tajam ‘Carut Marut’ Dinkes Maluku & Manajemen RSUD Haulussy

AMBON,MRNews.com – Kendati menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) Gubernur Maluku tahun 2021 untuk ditetapkan menjadi rancangan peraturan daerah (Ranperda), namun sorotan tetap dilayangkan Fraksi Partai Gerindra Maluku.

Gerindra menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku beserta manajemen RSUD Haulussy yang dinilai gagal mencairkan dana Covid-19 2020 senilai Rp 36 Miliar.

Hal ini disampaikan langsung ketua fraksi Gerindra Andi Munaswir saat rapat paripurna penyampaian kata akhir fraksi, di Baileo Karpan Ambon, Senin (29/8).

“Dinkes Promal dan manajemen RSUD Haulussy telah gagal mencairkan insentif Covid-19 tahun 2020 sampai akhir tahun 2021 senilai Rp. 36 Miliar,” ungkap Munaswir.

Menurutnya, Dinkes Promal dan manajemen RSUD sudah lalai dalam melaksanakan kewajibannya dan sangat mengecewakan tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Haulussy sebagai ujung tombak dalam memerangi pandemi COVID-19 di Maluku karena RSUD Haulussy adalah RS Rujukan COVID-19 di Maluku.

“Hingga saat ini manajemen RSUD Haulussy juga belum membayar jasa cleaning service atau tenaga kebersihan, padahal mereka notabene masyarakat kecil yang bekerja pada RSUD Haulussy sejak tahun 2020,” ingat Munaswir.

Masih berkaitan hak-hak tenaga kesehatan, dana insentif COVID-19 tahun 2020 milik Nakes RS Lapangan BPSDM Maluku yang seharusnya dibayarkan sejak awal tahun 2021 namun baru dapat direalisasikan di pertengahan tahun 2022.

Artinya, Dinas Kesehatan terus-menerus menunjukkan kelalaian dalam melaksanakan kewajibannya.

“Satu hal yang menjadi pertanyaan besar di benak kami, SAMPAI KAPAN tenaga kesehatan yang menjadi bawahan tuan dan puan sekalian untuk dikorbankan,” tegas Legislator Dapil Malteng tersebut. (MR-03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed