by

Fokus Tangani Covid-19 & Vaksinasi, ICRC-PMI Datangi Maluku

AMBON,MRNews.com,- Sejumlah tim International Comittee of the Red Cross (ICRC) atau Komite Internasional Palang Merah mendatangi Maluku, berkaitan tugas penanganan Covid-19 dan program Vaksinasi.

Dipimpin Bencit Chavaz, Wakil Kepala Delegasi ICRC, tim ICRC sambangi Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri dan jajaran untuk bersilaturahmi guna kolaborasi tugasnya selama di Maluku, di Rupatama Mapolda Maluku, Senin (13/9/21).

“Kedatangan tim ini tentu fokus pada apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat yaitu berkaitan dengan penanganan Covid-19. Saat ini Maluku ada di zona kuning atau resiko rendah penyebaran covid-19,” kata Kapolda.

Dikatakan Refdi, program yang dilaksanakan sejak awal 2021 adalah vaksinasi. Provinsi Maluku juga melakukan hal serupa sebagaimana kebijakan pemerintah pusat yaitu sebanyak 187 juta orang dapat divaksinasi diakhir tahun 2021.

“Khusus di Wilayah Maluku ini jumlahnya 1.417.690 kemudian kita punya target per hari dengan jumlah vaksin 8.468,” katanya.

Orang nomor 1 Polda Maluku itu menyebut, sampai saat ini jumlah warga yang sudah divaksinasi sebanyak 303.209 orang atau baru mencapai 21% dari jumlah keseluruhan yang harus divaksin.

“Vaksinasi di Maluku dihadapkan dengan sejumlah kendala, mulai dari target program 1 juta orang per hari, hingga 2,4 juta orang per hari,” jelasnya.

Berbagi halangan dan rintangan yang dilalui, kata dia, kurangnya transportasi (laut, udara dan darat). Apalagi, 5 bulan terakhir Maluku dihadapkan dengan kondisi cuaca perairan yang tidak bersahabat. Sehingga pergerakan antara satu tempat ke tempat lain terhambat.

Selain itu, alat penyimpan vaksin dibeberapa daerah tidak memadai. Ini karena minimnya ketersediaan tenaga listrik, tidak tersedia jaringan pada masing-masing sentra pelayanan khususnya tingkat kecamatan. Sehingga Puskesmas yang tersebar di Maluku dengan jumlah 212 unit tidak dapat melayani maksimal.

“Dengan keterbatasan itu kita melakukan sejumlah langkah terobosan yakni pelayanan vaksin tidak mengenal waktu istirahat/libur, vaksinasi mobile, menjangkau perguruan-perguruan tinggi, sentra-sentra pendidikan agama, kemudian gereja pada hari Minggu,” ungkapnya.

Khusus vaksinasi mobile/keliling, kata dia, diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang jauh mendiami suatu wilayah dari pusat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Dengan tetap menyentuh kelompok tenaga kesehatan (Nakes), Lansia, tenaga-tenaga pada unit pelayanan pemerintah dan masyarakat umum.

“Kita berharap tim ICRC-PMI agar semua agenda di Maluku disampaikan. Selama ada disini, semoga semua program dan agenda berjalan baik. Kami siapkan tim untuk mendukung program ICRC selama di Maluku,” katanya.

Sementara itu, Bencit Chavaz, Wakil Kepala Delegasi ICRC, kedatangan pihaknya di Maluku bertujuan untuk melaksanakan beberapa program kerja. Satu diantaranya terkait vaksinasi covid-19 yang bekerjasama dengan PMI.

“Kita dengan PMI akan lakukan vaksinasi di tiga institusi pendidikan, yaitu Universitas Pattimura, UKIM, dan IAIN,” ujarnya.

Pihaknya kata Bencit, saat ini masih berdiskusi dengan PMI agar untuk terus melanjutkan program Covid responsif, dengan memberikan support yakni memberikan alat pelindung diri.

“Kita juga sudah memberikan suport kepada PMI Jakarta, NTT, Papua, Mimika dan berharap akan dilaksanakan di Manokwari,” terangnya.

Semua program yang dilakukan, kata dia, terlaksana atas hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan sekretariat PMI pusat.

“ICRC berharap bisa melakukan kontribusi terhadap respons-respons nasional, hal lain yang menjadi program dari ICRC yaitu kerja dengan kepolisian, dengan memberikan pelatihan,” ungkapnya.

Bencit mengaku pihaknya sangat memberi apresiasi kepada personil Polri yang sudah mengemban tugas tambahan ditengah tantangan kondisi geografis Indonesia ini, terkait Pandemi Covid-19.

Untuk aspek penegak hukum secara spesifik sebetulnya ICRC adalah organisasi kemanusiaan, dengan berbicara hak asasi manusia. Karena itu juga ICRC mempunyai program dengan kepolisian.

“Secara global ICRC bekerja dengan instusi penegak hukum lainnya. Kita sudah berdiskusi dengan Divhubinter Polri dan sekarang sedang lakukan pelatihan dengan Brimob dan Lemdiklat untuk memberi informasi dalam berbagai pengalaman, untuk polisi-polisi yang diberangkatkan di Afrika Tengah sebagai pasukan perdamaian,” beber Bencit.

ICRC sebut Bencit, sangat terbuka untuk berdiskusi termasuk dengan Polda Maluku. Sehingga diharapkan bisa berkolaborasi sesuai dengan kebutuhan Polda Maluku.

“Berbagai daerah memiliki karakteristik tersendiri. Sehingga cara pendekatan dilakukan untuk memahami masyarakat. Maka kami sangat berkeyakinan, apa yang disampaikan ICRC bisa dilakukan di daerah kita,” kunci Kapolda.

Dalam pertemuan itu, dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Jan de Fretes, Irwasda, Karo Ops, Direktur Intelkam, Direktur Binmas, Dansat Brimob, Kabid Dokkes, dan Kabid Humas. 

Dari tim ICRC-PMI selain Bencit, ada Calum McDonald, Delegasi Regional Kepolisian dan Badan Keamanan ICRC, Namira Puspandari Manager Program Kerjasama Kepolisian, Freddy Nggadas, Manager Kerjasama dan Ketua PMI Maluku Pdt Jhon Ruhulessin. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed