by

FIPK IAKN Gagas Semnas Pendidikan, Agama & Budaya di Era Milenial

AMBON,MRNews.com,- Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggagas Seminar Nasional (Semnas) pendidikan, agama dan budaya di era milenial bertema pertautan sains dan budaya serta implikasinya bagi pendidikan agama di ruang terbuka kampus IAKN Ambon Halong Atas, Kecamatan Baguala, Kamis (17/10/19).

Seminar nasional itu menghadirkan keynote speaker dari Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Siti Irene Astuti, Dr Rusmayadi, M.Pd dari Universitas Negeri Makassar serta dua dosen IAKN Ambon Dr Elka Anakotta dan M.Si Dr Agusthina Siahaya, M.Th, dalam bentuk panel diskusi dengan peserta dari ilmuan, peneliti, dosen, mahasiswa dan guru.

Irene menyajikan materi tentang budaya lokal vs global; dinamika kultur di Indonesia dan tantangan bagi dunia pendidikan, Rusmayadi “literasi digital: konsep literasi berdasarkan kurikulum 2013 serta implikasinya bagi peningkatan mutu pendidikan”, Elka “era milenial atau rasionalisasi zaman: integrasi sains dan agama bagi peningkatan mutu pendidikan serta Siahaya “peran pendidikan dalam membentuk karakter dan moral intelektual”.

Wakil Rektor I IAKN Ambon Dr Yance Rumahuru MA katakan, Semnas ini posisinya sangat strategis sebab saat ini berbicara pendidikan tidak dapat mengabaikan peran sains sebagai produk budaya yang dapat mempengaruhi manusia. Dan IAKN Ambon sudah mulai masuk kesana untuk berbicara digitalisasi dalam berbagai perspektif ilmu. Itu menunjukkan IAKN Ambon berkomitmen untuk membangun pendidikan dengan terus memperhatikan perkembangan teknologi. Tapi juga tidak mengabaikan aspek etik, moral yang tetap menjadi acuan dan itu tidak hanya di agama namun juga dimana-mana.

“Dengan ini diharapkan membangun kesadaran didalam dosen tapi juga mahasiswa, guru dan peserta bahwa betapa pentingnya sains membentuk ratio tetapi orang juga tidak harus meninggalkan aspek-aspek moral. Dengan kemajuan teknologi kita juga mesti kritis terhadap teknologi sehingga katakanlah bagaimana orang menggandalkan khotbah atau ceramah online, apakah itu mengabaikan persekutuan-persekutuan beribadah jadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Sementara, ketua panitia Semnas Dr Flavius Andries tambahkan, era milenial sebagai spirit dan ideologi zaman bagi masyarakat umumnya adalah sebuah tantangan bagi dunia pendidikan. Kompleksitas tantangan ini menjadi peluang dalam memahami dinamika dan perkembangan pendidikan di era digitalisasi dalam kaitan dengan integrasi budaya dan sains serta agama dalam peningkatan kualitas pendidikan termasuk pendidikan agama. Hal ini penting sebagai arah untuk membangun strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digitalisasi. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed