Fenomena Caleg Stres, Dinkes Nyatakan Siap Layani

AMBON,MRNews.com,- Fenomena calon anggota legislatif atau Caleg yang berpotensi depresi atau stres karena tidak terpilih saat pemilihan legislatif serentak dengan pemilihan Presiden-Wakil Presiden 17 April 2019, dikhawatirkan masih akan terjadi. Tingginya biaya kampanye hingga politik uang menjadi salah satu penyebab utama banyaknya Caleg bakal berakhir di rumah sakit jiwa (RSJ). Bahkan bangsal khusus biasanya sudah disiapkan untuk menampung mereka.

Selain itu, tingginya persaingan antara Caleg, apalagi makin banyak partai dan sistem konversi suara yang berbeda dibanding lima tahun sebelumnya, jadi faktor pendukung lainnya tingkat stres bakal terjadi. Belum lagi, dari 678 caleg DPRD provinsi Maluku hanya merebut 40 kursi sedangkan 560 lebih Caleg DPRD kota Ambon bersaing raih 35 kursi. Artinya, akan ada kurang lebih 5-6 ratus caleg berpotensi stres atau depresi.

Sesuai data Kemenkes RI sebagaimana dikutip dari Kompas.com, pada Pileg 2009 caleg depresi tercatat 7736 orang diantaranya DPR-RI 49 orang, DPRD provinsi 496 dan DPRD kabupaten/kota 6.827 serta DPD 4 orang. Serta data Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia menyebutkan, diperkirakan kurang lebih 180.000 orang Caleg depresi di Pileg 2014.

Terhadap kemungkinan dan potensi itu, dinas kesehatan kota Ambon memastikan, seluruh dokter serta rumah sakit (RS) dan Puskesmas yang dibawah pemerintah kota (Pemkot) Ambon siap melayani Caleg yang mengalami stres atau depresi akibat kegagalan mendapatkan kursi di Pileg dan biaya politik yang tinggi.

“Prinsipnya kami siap saja menampung dan melayani mereka jika ada. Kalau sudah disampaikan pa Walikota demikian meski dalam jenaka. Tapi tetap penanganan akan berbeda diantara stres ringan dan berat. Dinkes sebagai OPD yang menangani masalah kesehatan masyarakat selalu siap dengan kekuatan fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang ada,” ungkap kepala Dinkes kota Ambon, dr Wendy Pelupessy kepada media di Ambon, Sabtu (30/3/19).

Namun untuk penanganan, tambah Wendy, nantinya berbasis Puskesmas saja. Karena sepanjang ini untuk kota Ambon, untuk satu Puskesmas telah ada dua tenaga dokter, dokter umum dan dokter gigi. Artinya, wilayah mana yang jika ada caleg stres atau depresi ringan, dapat langsung ditangani tenaga kesehatan di Puskesmas pada wilayah dimana dia tinggal. Tapi misalnya stres berat, langsung diarahkan ke RSJ atau RS khusus daerah. “Sudah ada tim kesehatan khusus yang sudah dibentuk untuk penanganan Caleg depresi. Jadi bisa tertangani,” pungkasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *