by

Evaluasi Awal PKM, Masih Ada Pelanggaran & Toleransi

-Kota Ambon-198 views

AMBON,MRNews.com,- Berdasarkan evaluasi awal penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Ambon, masih terjadi sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Namun tidak langsung ditindak petugas pada pos-pos jaga dan mobile. Sebab hari pertama masih ditoleransi, tapi tidak hari kedua dan seterusnya.

Pelanggaran itu baik penggunaan masker, tidak menjaga jarak, masih adanya angkutan kota (Angkot) yang tidak menerapkan plat nomor ganjil genap hingga sejumlah kegiatan usaha yang operasionalnya melewati waktu yang ditentukan.

Hal itu berdasarkan pantauan media ini, Senin (8/6) dibeberapa titik seperti pasar dan terminal Mardika, pos jaga perbatasan di Hunuth dan lokasi strategis lainnya dipusat kota Ambon.

Dalam PKM, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ambn menyiapkan 8 posko terpadu yang tersebar diwilayah Kota Ambon.

Bahkan, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette mengaku, untuk hari pertama timnya memang mendapati masih ada kendaraan umum yang beroperasi tidak sesuai aturan ganjil/genap sekitar 5 sampai 6 persen.

Dirinya menjelaskan, hari pertama dan kedua, sifatnya masih himbauan, namun pada hari ketiga dan seterusnya selama masa berlaku PKM, tidak lagi ditolerir dan sanksi akan diberikan.

“Untuk hari ini, kita masih berikan himbauan kepada para pengemudi. Namun jika masih ditemukan hal yang sama pada hari ketiga nanti, timnya akan mengambil tindakan berupa sanksi,” jelasnya di Ambon, Senin.

Berdasarkan hasil pantauan serta penelusuran data kendaraan angkutan umum sebutnya, akan ada pengecualian terhadap beberapa trayek perihal pemberlakuan ganjil genap ini. Seperti trayek Latuhalat yang mana rasio kendaraan umum bernomor pelat genap tidak sebanding dengan ganjil.

“Dari total trayek Latuhalat, 65 persen bernomor pelat genap dan hanya 35 persen bernomor pelat ganjil. Pengecualian itu maksudnya kami akan membagi sama rata dan akan disiasati dengan pemberlakuan shift A dan Shift B,” jelasnya.

Diketahui, penerapan PKM diwilayah Kota Ambon melibatkan personel gabungan dari unsur TNI/Polri, SatPol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan BNPB. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed