by

Empat Terdakwa Penganiayaan Di Wakal Divonis Hakim

AMBON,MR.-Majelis hakim  Pengadilan Negeri Ambon, resmi menjatuhkan hukum bervariasi  kepada empat terdakwa pelaku kekerasan menyebakan korban Ahmad Waelussy warga Hitu, Kecamatan Leihitu Kebaupaten Maluku Tengah, meninggal dunia  pada Juni 2017 lalu.

Putusan majelis hakim menyatakan ke-empat terdakwa warga desa Wakal, yakni Husein Wael,Halil Wael, Sahnawi Pellu  dan Bayu Ohorela, terbukti bersalah melakukan tindak pidana  menghilangkan nyawa orang.

Husein Wael,dihukum tiga tahun penjara sedangkan tiga rekanya yakni Halil Wael, Sahnawi Pellu  dan Bayu Ohorela dihukum masing-masing 2 tahun penjara.

Ketua majelis hakim, Sofyan Parerungan didampingi S Pujiono dan Felix Ronny Wuisan menjatuhkan hukuman lebih ringan dari tuntutan JPU, Chaterina Lesbata yang sebelumnya menutut Husein Wael dengan empat tahun penjara serta tiga rekanya masing-masing ,Halil Wael, Sahnawi Pellu  dan Bayu Ohorela  tiga tahun penjara.

Husein didakwa bersama Sahnawi Pellu, Halil Wael, dan Bayu Ohorela telah melakukan tindakan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia.

Peristiwa ini dipicu persoalan laka lantas dimana seorang warga Wakal berinisial SM alias Zul (25) yang berboncengan dengan rekannya menabrak Anti (12), seorang bocah perempuan yang tinggal di Dusun Waepokol (Desa Hitu Mesing).

Peristiwa ini membuat warga berkerumun di depan Kantor Mapolsek Leihitu dan warga Wakal marah karena melihat pelaku penabrakan dikeroyok warga Waipokol sehingga terjadi aksi lempar batu.

Kemudian korban Ahmad Waelussy yang memegang sebilah parang dan berada di depan kerumunan massa Waipokol maju ke depan menantang salah satu warga Wakal untuk berduel.

Namun naas, korban dilempari secara beruntun hingga akhirnya terlentang dan para terdakwa kemudian melempari korban salah satu terdakwa menggunakan sebilah pedang  menebas korban.

Para terdakwa kemudian pulang ke rumahnya dan belakangan menyerahkan diri kepada Raja Wakal guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Menurut hakim perbuatan para terdakwa melanggar pasal 351 ayat (1) juncto pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed