Empat Seruan Cipayung Plus di Hari Lahir Pancasila

AMBON,MRNews.com,- Ada empat (4) seruan atau pernyataan sikap dari organisasi kepemudaan Cipayung plus kota Ambon yaitu GMKI, GMNI, PMII, HMI, PMKRI, IMM, KAMMI dan KMHDI saat melakukan aksi damai dalam bentuk orasi atau mimbar kebangsaan di depan monumen Gong Perdamaian Dunia, Sabtu (1/6/19), sekaligus memperingati hari lahirnya Pancasila.

Empat seruan atau sikap Cipayung Plus itu yakni pertama, menolak gerakan atau isu referendum oleh beberapa oknum pemuda di Jakarta, kedua; mendukung Polres Pulau Ambon dan Pp Lease dalam menjaga keamanan dan ketertiban, ketiga; meminta kepada elit politik agar menjaga komitmen berbangsa dan bernegara, serta keempat; mendukung seluruh instrumen negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa. Disela-sela orasi, peserta lakukan hening cipta sesaat mengenang kepergian istri mantan Presiden RI ke-6, Ani Yudhoyono yang meninggal dunia di Singapura, (1/6/19).

Seruan dibacakan koordinator lapangan yang juga ketua GMNI cabang Ambon, Soejahri Somar, didampingi masing-masing ketua cabang organisasi tersebut. Kurang lebih 70 orang terlibat dalam orasi kebangsaan itu. “Jangan kita terprovokasi dengan isu-isu berkembang saat ini yang ingin menjatuhkan kita semua. Tapi mari kita berdiri kokoh karena hari ini dan seterusnya kita ada Pancasila,” ajak Somar dalam orasinya.

Sementara orasi kebangsaan Ketua GMKI Cabang Ambon, Almindes Syauta menegaskan, saat ini kapitalisme mencari lawan baru dan akhirnya agama maupun budaya yang dikorbankan. Untuk itu Cipayung Plus kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap bersatu untuk NKRI. “Harapan kami agar para elit-elit politik mari kita menjaga keutuhan NKRI,” tukas Syauta.

Ketua KAMMI Cabang Ambon, Ahmad Firdaus Mony lantas mengajak seluruh masyarakat Maluku dan menyatakan sikap bahwa Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Serta senantiasa menjadikan hari lahirnya Pancasila sebagai suatu komitmen bersejarah dan bermoral kepada kehidupan sebagai bintang penuntun. Saiful Renuat, ketua PMII Cabang Ambon juga mengajak seluruh masyarakat Maluku agar tetap menjaga kondisi keamanan dan kedamaian kota pasca keputusan KPU untuk hasil Pemilu beberapa waktu lalu.

“Pemuda tentu membutuhkan negara terus hadir di tengah-tengah masyarakat. Memberi rasa keadilan diperoleh semua. Dunia ini milik orang yang cinta kedamaian dan ketentraman, bukan sebaliknya. Cipayung Plus kota Ambon siap kawal jika ada kepentingan politik yang ingin merusak persatuan dan keutuhan bangsa,” tukas Ketua IMM Cabang Ambon, Tamsir Buton.

Selain orasi, ada empat baliho berisi pernyataan yakni tema: mimbar kebangsaan, sub tema : merawat Pancasila membangun peradaban bangsa, Indonesia tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, bahasa yang satu bahasa persatuan Indonesia, bukti otentik sejarah yang mampu menyontak jiwa kerdil menjadi perjuangan kemerdekaan, Cipayung Plus Kota Ambon mendukung Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Ambon, serta Saya Indonesia, Saya Pancasila. Orasi kebangsaan ditutup dengan pembagian takjil kepada masyarakat. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *