by

Empat SD di Kota Ambon Bakal Terapkan Kurikulum Prototype

AMBON,MRNews.com,- Sebanyak empat (4) Sekolah Dasar (SD) di Kota Ambon bakal menerapkan kurikulum prototype tahun ini yang sementara digagas Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Keempat SD tersebut ialah SD Negeri 70, SD Negeri 64, SD Negeri 4 dan SD Negeri 39 Kota Ambon.

“Hanya empat SD itu saja. Keempatnya sudah melaksanakan program sosialisasi sampai melakukan pementasan karya seni atau pameran karya seninya. Seperti itu, ” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Edy Tasso kepada media ini di Balaikota, Rabu (16/2).

Diketahui, pemerintah pusat lewat Kemendikbud-Ristek berencana akan menerapkan kurikulum prototype tahun ajaran baru 2022. Hal tersebut sementara dalam tahapan sosialisasi.

Dilanjutkan Tasso, dalam prosesnya, keempat sekolah itu intinya menampilkan apa saja yang menjadi kreativitas siswa. Artinya, setiap jenjang kelas memiliki kreativitas masing-masing yang berbeda.

“4 SD ini menampilkan apa saja yang jadi kreatifitas siswa. Kemudian masing-masing jenjang siswa, kelas 1, 2 berbeda dengan kelas 3, 4, 5 dan 6. Capaian siswa itu berbeda setiap jenjang,” katanya.

Menurut mantan kepala Bagian Ortala Pemkot Ambon itu, kurikulum prototype lebih mengarah ke sekolah penggerak atau guru penggerak. Yang mana bisa mengembangkan karakter siswa dan guru.

“Jadi dalam kurikulum itu, memang sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkan kreatifitas sekolahnya sesuai ketersediaan sumber daya lokal,” ungkap Tasso.

Kurikulum prototype dimaksud, tambahnya, dimana kreatifitas siswa dibangun untuk dapat meminat, bakat, dan kemampuan intelejensi.

Kurikulum prototype sambung Tasso, dinilai bagus dalam mengembangkan kreativitas guru maupun siswa. Untuk itu, diharapkan ini bisa diterapkan dalam waktu dekat, hingga guru dan siswa di Ambon dapat menyesuaikan.

“Artinya belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Tetapi lebih pada kemerdekaan belajar, mengembangkan kemampuan dan kreativitas yang dimiliki. Jadi kreatifitas siswa itu akan dibangun juga lewat kurikulum prototype. Itu wujud implementasi Merdeka Belajar,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed