by

Emosi, AFB Aniaya RM Hingga Tewas

AMBON,MRNews.com,- AFB (22) rela menghabisi nyawa kawannya sendiri RM (22) setelah menganiaya. Keduanya adalah warga Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu Maluku Tengah (Malteng), Kamis (2/4) malam sekira pukul 23.15 Wit. Emosi dan dipengaruhi minuman keras jadi sebab.

Dibunuhnya RM, bermula ketika saksi FT (20) bersama pelaku dan teman-temannya pergi ke hutan coklat-coklat Negeri Suli untuk mengkonsumsi minuman keras jenis sopi 12 kemasan plastik.

Tak puas, miras dilanjutkan di pantai batu kuda. Saat itu, saksi melihat korban berjalan ke arah semak-semak. Usai miras, saksi, pelaku dan teman-temannya hendak kembali ke rumah masing-masing.

Namun korban tertidur disemak-semak. YT membangunkan korban dan menyuruh pulang namun korban menolak. Ajakan pelaku juga ditolak. Saat terbangun, keduanya adu mulut.

Merasa emosi, pelaku langsung memukul berulang kali mengenai muka korban. Tak puas, ranting kayu pun dilayangkan pelaku hingga mengenai tangan kiri korban. YT dan SL coba melerai.

Usai dipukul, FT dan YT membonceng korban pulang ke rumahnya dengan motor korban. Setiba dilorong dekat rumah kompleks Air Mareta, korban tak langsung masuk namun berkendara menuju arah Darusalam dalam kondisi tak stabil.

Sementara penuturan YT (22), pelaku memukul korban dua kali dengan kayu ranting dikepala dan meninju pipi korban.

“Kamis (2/4) malam, ayah korban MTM (56) ke Polsek Salahutu melaporkan tindak pidana yang mengakibatkan anaknya meninggal dunia di RS Tulehu karena dipukul pelaku. Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Julkisno Kaisupy kepada wartawan di Ambon, Jumat (3/4).

Awalanya kata dia, pelapor mendapat informasi korban sementara di RS Bhayangkara Tantui sehingga pelapor kesana melihat keadaan korban.

Pelapor langsung mengeluarkan korban dari RS dan membawa pulang. Bukannya baik, kondisi korban drop hingga tak sadar. Keluarga coba membangunkan korban namun tidak direspons.

“Hingga malam, keluarga melarikan korban ke RS Ishak Umarella Tulehu. Namun setiba, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia. Sebelumnya dari keterangan saksi, saat dibawa ke RS Bhayangkara korban diduga sakit,” jelasnya.

Pelaku AFB lanjut dia, ditetapkan sebagai tersangka akibat melanggar pasal 351 ayat 3 KUHPidana yakni penganiayaan mengakibatkan matinya orang dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan telah ditahan di Rutan Polresta Pulau Ambon & Pp Lease. Usai penyidik unit Reskrim Polsek Salahutu memeriksa 8 orang saksi termasuk pelaku. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed