by

Duduki Peringkat 32, Pendidikan di Maluku Masih Miris

-Parlemen-212 views

AMBON,MRnews.com.- Pendidikan di Maluku perlu mendapat perhatian ekstra dari berbagai pihak terutama Dinas Pendidikan dengan melakukan gebrakan agar peringkat 32 yang disandang Maluku bisa bergeser ke posisi strategis. Harapan ini dikatakan anggota Komisi IV DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae.

Dikatakan Huwae, Sabtu (14/3), hingga saat ini belum ada satu gebrakan yang dilakukan pemerintah daerah berkaitan dengan dunia pendidikan di Maluku.

Dirinya optimis jika semua pihak berkeinginan agar pendidikan di Maluku bisa bergerak naik dengan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Semua berkeinginan agar pendidikan di Maluku bisa meningkat. Persoalannya, dengan cara apa yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan Maluku agar kualitas pendidikan di Maluku menjadi baik. Status akademisi yang disandang ibu Kadis kita semua berharap ada gebrakan yang akan dilakukan bagi dunia pendidikan di Maluku” ujar Huwae di DPRD Maluku.

Kenginan besar ujar Huwae mesti dibuktikan dengan kerja keras bukan hanya bicara soal identifikasi masalah namun tidak disertai dengan implementasi.

Huwae menantang Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku untuk bisa menaikan ranking pendidikan di Maluku agar bisa menduduki posisi 25 besar atau ke posisi 10 besar .

Banyaknya masalah yang ada di 11 kabupaten/kota jelang pelaksanaan ujian akhir nasional membutuhkan perhatian ekstra semua pihak.

Belum terdatanya semua tenaga guru dalam data base Dinas Pendidikan bahkan tidak meratanya penyebaran guru menjadi persoalan klasik tahunan hingga belum maksimalnya ketersedian aliran listrik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Insun Sangaji saat rapat bersama dengan komisi IV DPRD Maluku mengakui jika pihaknya sementara melakukan update data tenaga guru di Maluku sehingga kekurangan tenaga guru di daerah 3 T bisa terpenuhi.

Dirinya juga berharap berbagai upaya yang dilakukan bisa memperbaiki kualitas pendidikan di Maluku. “Kita punya program untuk dilaksanakan secepatnya yakni, sarjana mengajar dan mobile guru. Semoga mendapat dukungan terutama dari pihak kabupaten” demikian Sangaji. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed