by

Dua RS Lapangan Penuh, Pemkot Tambah Lagi Satu

AMBON,MRNews.com,- Dua Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang dipakai pemerintah kota (Pemkot) untuk lokasi perawatan pasien Covid-19 saat ini sudah terisi alias penuh. Opsi penambahan satu RS lapangan pun dilakukan.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, sebelum lebaran Idul Fitri Mei lalu, posisi kasus Covid-19 di kota Ambon turun jauh menyentuh hanya 47 kasus. Namun sampai hari ini sudah sangat memprihatinkan, mencapai 1000 lebih terkonfirmasi dan 90-an orang meninggal.

“Per 4 Juli, angka kematian di Ambon 94 jiwa, terpapar 862 jiwa karena tambahan 270 orang dan sembuh 5030 orang. Sehari kemudian, angka itu naik signifikan 97 jiwa meninggal, terkonfirmasi positif 1049 jiwa dan 5032 sembuh,” sebut Walikota kepada awak media di Balaikota, Selasa (6/7).

Menurutnya, kenaikan kasus Covid-19 ini jelas sangat membuat kesulitan Pemkot Ambon. Karena kota Ambon sama sekali tidak memiliki RS daerah.

“Kota Ambon tidak punya RS. Banyak RS memang beroperasi di Ambon, tapi itu milik provinsi dan juga swasta,” tandasnya.

Sehingga atas kondisi itu sambung Louhenapessy, pemerintah kemudian mengambil kebijakan untuk mengadakan dua RS lapangan guna merawat pasien Covid-19 yang menjalani karantina terpusat.

“Saat ini ada dua RS lapangan yang sudah kita buka yakni hotel Wijaya dan Guest House HI yang memiliki kapasitas berbeda-beda dan sudah terisi oleh pasien Covid-19,” jelasnya.

Karena dua RS lapangan sudah penuh diakui Louhenapessy, telah ditambah lagi satu RS lapangan yaitu hotel Everbright, karena membludaknya pasien Covid-19. Dengan begitu, harapannya, semua pasien bisa dirawat dan segera sembuh.

“Selain isolasi terpusat, sisanya ada dalam isolasi mandiri. Memang kita kesulitan karena dari informasi yang masuk ke saya, mereka yang isolasi mandiri di rumah ini kadang tidak disiplin dan menyulitkan anggota keluarga, tetangga dan masyarakat disekitar,” tegasnya.

Oleh sebab itu, tambah Louhenapessy, dirinya telah lakukan rapat dengan lurah, camat dan kepala desa agar hal ini menjadi perhatian serius, karena bisa membahayakan orang lain apabila warga yang isolasi mandiri tidak disiplin.

“Dilaporkan camat, Lurah, dari hasil tracking pasien positif ada anggota keluarga yang 5-9 orang terkonfirmasi. Ini perlu kita antisipasi dan tekan. Sebab kita belum tahu mereka yang terkonfirmasi terakhir ini apakah dampak virus baru atau Corona,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed