Dua Hal Ditekankan Gubernur Saat Safari Ramadhan

AMBON,MRNews.com,- Dua hal ditekankan Gubernur Maluku, Murad Ismail pada Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama TNI/Polri dan masyarakat negeri Hitu, Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (25/5/19).

Pertama, Gubernur mengajak untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadhan sebagai bulan membangun solidaritas dan kebersamaan, sehingga dapat tercipta suatu kehidupan yang penuh cinta kasih, perdamaian dan saling kasih-mengasihi, baik interen maupun antar agama satu dengan lainnya maupun antar agama dengan pemerintah. Terlebih khususnya antar negeri-negeri bertetangga di Jazirah Leihitu.

Kedua, pasca aksi 21-22 Mei lalu di Jakarta, dirinya menghimbau seluruh masyarakat di Maluku untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan diantara orang basudara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Saya menghimbau generasi muda, masyarakat negeri Hitu, dan seluruh masyarakat Maluku, jangan terpancing dengan isu-isu menyesatkan, seperti berita Hoaks di media sosial, yang cenderung memprovokasi hubungan antar agama dan politik. Tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan,” imbau Gubernur dalam rilis yang didapat media ini, Minggu (26/5/19).

Gubernur tak lupa mengingatkan makna ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dimana Ramadhan yang dijalani selama 30 hari terdiri atas tiga fase, yaitu fase Rahmat (kasih sayang atau kedermawaan), Maghfirah (ampunan) dan fase Itqun minan nar (pembebasan dari api neraka). Bila Ramadhan genap 30 hari, masing-masing fase terdiri atas 10 hari. Pada 10 hari pertama, umat Islam dianjurkan memberi sedekah, membantu tetangga, saudara, fakir miskin maupun kaum duafa.

“Kalau bisa, kita bantu. Kita bantu dengan apa yang kita punya. Tidak ada paksaan. 10 hari kedua yaitu Maghfirah. Alhamdulillah, kita sudah menjalani ibadah puasa ke 20. Di 10 hari kedua ini kita perbanyak dzikir, berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Tidak dengan yang lain. Dan 10 hari terakhir adalah penghindaran diri dari siksa api neraka, dimana umat Islam dituntut dan diperintahkan untuk memperbanyak doa. Di fase ini, kita memperbanyak doa,” ungkapnya.

Kendati sudah berada pada fase ketiga, akan tetapi, mantan Dankor Brimob itu berharap, fase pertama dan kedua, tetap dilaksanakan. Kedermawanan, berdzikir dan memohon kepada Allah SWT, karena masing-masing fase merupakan paket di bulan suci Ramadhan.

“Semoga ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini, dapat dilaksanakan dengan penuh kekhusyuan, serta mampu menempa setiap insan manusia menjadi pribadi yang berkualitas dan menjadi sumber keberkahan untuk sesama manusia,” kunci mantan Kapolda Maluku itu. (**)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *