by

DPRD Minta Dishub Analisa Potensi Parkir Bagus dan Liar

-Kota Ambon-204 views

AMBON,MRNews.com,- Komisi III DPRD Kota Ambon meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon mendata dan menganalisa potensi-potensi parkir yang bagus, penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kota maupun parkir-par liar yang terlokalisir dan belum ada penanganan. Hal ini dimaksudkan untuk menekan makin maraknya parkir liar yang tidak menguntungkan.

“Artinya harapan kita sebenarnya, kalau ada potensi-potensi parkir yang bagus, harus dianalisa betul. Kalau bisa menambah penghasilan untuk PAD Kota Ambon dari situ, kenapa tidak. Termasuk pula parkir liar yang merebak saat ini. Pengontrolannya mesti berjalan efektif. Kita harap sehingga bisa menunjang kinerja Dishub sebagai salah satu SKPD pengumpul PAD,” tandas Ketua Komisi III, Yusuf Wally kepada awak media di Balai Rakyat Belakang Soya, Selasa (10/4).

Pihaknya kata Wally, sudah empat kali memanggil Dishub, UPTD parkir dan pengelola parkir atau pihak ketiga untuk mencakapkan hal-hal demikian. Tetapi yang datang hanya pengelola parkir, sehingga ditunda rapat. Tetapi data-data terkait parkir dan surat kontraknya, sudah dikantongi. Dimana pengelola parkir berdasarkan surat kontrak baru bertugas sebulan lebih dan komisi juga sudah mendapat hasil survey pendapatan parkir.

“Laporan kemarin, dari pihak ketiga melaporkan PAGU yang dikontrakan kepada mereka itu sebesar 3,9 Miliar per tahun dan dibayarnya diakhir bulan, setiap kali dapat. Karenanya, anjurannya juga semua tukang parkir di kota Ambon harus difasilitasi. Jangan pendapatan dinaikkan, tapi fasilitas tidak ada untuk masyarakat,” tukas Wally.

Bahkan peralatan infrastruktur parkir di AY Patty yakni mesin karcis parkir menurut Wally harapannya harus dimaksimalkan karena modelnya parkir elektronik. Dimana kalaupun ada kendala, mesti dilihat secara baik. Karena uang daerah sudah dikeluarkan untuk mengadakannya. Sehingga jika tidak digunakan, mubazir.

Akan tetapi DPRD diakuinya memberi apresiasi patroli yang dilakukan Dishub untuk mengontrol parkir-parkir liar, meski dipandang belum maksimal karena masih saja ada yang membandel dan tidak menyentuh semua titik.

“Karenanya, tujuan komisi III kali ini, kita akan lebih banyak melakukan dan meningkatkan pengawasan. Termasuk soal-soal ini bahkan masih adanya penggunaan badan jalan oleh mobil-mobil, padahal sudah ada peraturannya. Sehingga rapat-rapat berikut kita harapkan Kadishub bisa hadir untuk sharing informasi,” papar politisi PKS itu.

Artinya belum lagi Dishub dalam menarik PAD dari jasa parkir, tambah Wally jika melihat kondisi pasar Mardika yang semrawut karena tidak tertatanya parkiran. Dimana semua jalan diperuntukan untuk parkir, padahal ada larangan. Bahkan tempat-tempat jualan pedagang pun sampai ditutup, tidak ada orang yang bisa lewat untuk berbelanja lagi karena parkiran di badan jalan dan menghalangi.

Sehingga bagi Dishub-UPTD parkir termasuk UPTD terminal Mardika, ditegaska Wally bisa segera mengkondisikan tempat-tempat parkir yang ada di pasar Mardika itu. Karena pabila ada masukan dari para pedagang terkait dengan halangan untuk pembeli masuk ke tempat belanja, tentu sangat mengkhawatirkan dan menjadi penghalang semua orang hidup.

“Semua itu masuk dalam pengawasan kita dengan Dishub. Termasuk pula meski perjalanan komisi yang baru tiga bulan, komisi mengawasi tentang pelabuhan rakyat. Adapun permintaan kita pelabuhan itu harus segera difungsikan. Juga, kemarin komisi lakukan on the spot di tempat penampungan kontainer di pelabuhan, komisi belum mendapatkan konfirmasi soal itu dari Dishub. Apakah dalam uji coba itu berhasil atau tidak, karena ada pihak ketiga yang akan mengkontrak tempat Kontainer itu kalau memenuhi syarat. Jangan sampai 20 fit masuk kemudian tanahnya turun,” tutup Ketua Fraksi PKS akhir percakapan. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed