by

DPRD Minta Dinkes Intensifkan Cegah Penyebaran Virus Corona

AMBON,MRNews.com,- DPRD Kota Ambon mintakan dinas kesehatan (Dinkes) untuk mengintensifkan upaya pencegahan terhadap masuknya Novel Coronovirus (Virus Corona), virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan yang berasal dari Wuhan, China.

Pasalnya, tak saja di China, virus ini sudah mulai menyebar masuk ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Bahkan, beberapa daerah di Indonesia pun kabarnya telah dimasuki virus berbahaya itu.

Wakil ketua komisi I DPRD Mourits Tamaela mengaku, dalam tanggungjawab pengawasan DPRD maka harapannya bagi Dinkes bersama instansi terkait seperti Angkasa Pura dan PT Pelindo bisa melakukan koordinasi dan intensifkan untuk mencegah penyebaran Virus Corona agar tidak sampai terjadi atau menyebar di kota Ambon.

Misalnya, pada pintu-pintu masuk dari wilayah luar seperti bandara, pelabuhan harus diproteksi dengan penerapan pemeriksaan oleh mesin X ray pada tubuh setiap pengunjung.

Pasalnya, kata Tamaela, hal itu sudah ketat dilakukan sejumlah daerah pasca maraknya Virus Corona dari China yang menyebar ke sejumlah negara. Langkah itu juga bisa dilakukan di kota Ambon, sebab diketahui Ambon merupakan ibukota provinsi dan menjadi kota transit semua maskapai penerbangan sebelum ke kota/kabupaten di Maluku khususnya.

Tak saja bandara, bisa pula penerapan pemeriksaan super ketat berlaku di pelabuhan Yos Soedarso-Ambon dan pelabuhan lainnya yang akses transportasinya tinggi.

“Ambon jadi pintu masuk bagi 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku. Kita doakan semoga Ambon- Maluku tidak termasuk dalam kategori penyebaran virus itu. Namun karena sudah jadi isu global yang serius maka harus ada langkah antisipatif dan taktis sejak dini untuk pencegahan penyebaran masuknya virus tersebut ke kota Ambon. Dinkes kota harus bersinergi dengan Puskesmas, Dinkes provinsi dan stakeholder lain soal itu,” ungkapnya kepada media ini di Ambon, Sabtu (25/1/2020).

Memang diakuinya, Virus Corona selain bukan saja menyebar dari luar, tetapi mungkin saja sudah ada bibit dari dalam. Karena gejalanya antara lain demam, lemas & letih, pilek, batuk kering, sesak atau kesulitan bernapas, sakit tenggorokan.

Maka Dinkes juga didorong untuk berkoordinasi atau melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang gejala dan upaya pencegahannya serta larangan. Bahkan lewat Puskesmas bisa melakukan tes kesehatan gratis untuk mengecek kesehatan masyarkat.

“Sosialisasi pada lima kecamatan sekaligus tes kesehatan. Minimal penyebaran informasi lewat Puskesmas dengan pamflet atau stiker himbauan. Bahkan mungkin sinkronisasi konsep pencegahannya dari pusat seperti apa, musti disebarkan agar masyarakat juga tahu sejak dini. Sebab pemerintah pusat lewat kementerian sudah melakukan penyebaran informasi terkait pendeteksian atau sejenisnya tentang gejala dan pencegahan yang terkait Virus Corona,” harap politisi NasDem.

Selain itu, dirinya berharap juga ada kerjasama dari masyarakat dan seluruh stakeholder di kota ini untuk turut berperan aktif bilamana ada gejala mencurigakan dari virus ini. Sebab masyarakat masih tabuh soal virus ini, beda dengan kasus HIV/AIDS dan segala macam.

“Karena ini sudah menjadi isu nasional dan global, bukan lagi kasus biasa, maka harus ditindaklanjuti cepat. Sekembali dari tugas luar daerah kita akan rapat kerja dengan Dinkes, Puskesmas dan stakeholder terkait lainnya dalam upaya pencegahan penyebaran virus berbahaya ini. Sebab kita juga masih tabuh dengan virus corona. Perlu dicakapkan serius dengan dinas dan stakeholder, demi keslamatan semua masyarakat di kota ini,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed