by

DPRD Maluku Terima Nota Keuangan & Ranperda Tentang APBD 2022

AMBON,MRNews.com.-. Rapat Paripurna DPRD Maluku dalam rangka penyampaian nota keuangan dan Ranperda tentang APBD Provinsi Maluku tahun anggaran 2022 dipimpin Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury dihadiri Wakil Ketua Melkianus Sairdekut, Rasyad Efendy Latuconsina, Sekwan DPRD Bodewin Wattimena, anggota DPRD, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno serta OPD dilakukan secara virtual.

Wattimury mengatakan, APBD disusun sesuai kebutuhan daerah sesuai KUA-PPAS karena itu DPRD bersama dengan Pemerintah Daerah memasuki tahapan selanjutnya untuk memenuhi persetujuan bersama.

Ditambahkan, aktifitas pembangunan melalui tiap OPD diharapkan dapat memanfaatkan anggaran yang ada agar dipergunakan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno saat membacakan sambutan Gubernur mengatakan, jika pendapatan daerah pada APBD Maluku tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp 2,87 Triliun.

Lebih rendah dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 3,31 Triliun atau terjadi penurunan Rp 436,54 Milyar atau 13,20 persen, lebih rendah dibanding tahun 2021 sebesar Rp 4,15 Triliun sehingga terjadi penurunan Rp 1,16 Triliun atau 27,96 persen.

Penurunan belanja daerah disebabkan pengalihan dana bos non fisik untuk SD dan SMP ke kabupaten/kota dan tidak adanya pinjaman pemulihan ekonomi daerah.

Dilanjutkan, jika gambaran rencana pendapatan daerah tahun anggaran 2022 sebesar Rp 2,87 Triliun diperhadapkan dengan rencana belanja tahun anggaran 2022 sebesar 2,99 Triliun maka terjadi defisit anggaran sebesar Rp 121,22 Milyar.

“Penurunan pendapatan daerah terjadi pada pendapatan transfer dalam tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp 2,28 Triliun atau berkurang Rp 452,89 Milyar dari tahun anggaran 2021 sebesar Rp 2,73 Triliun atau turun sebesar 16,58 persen” ujar Orno di DPRD, Sabtu (11/12).

Ditambahkan, pengurangan pendapatan transfer disebabkan pengalihan Dana Alokasi Khusus (DAK), Non fisik yakni dana bantuan operasional sekolah SD dan SMP ke kabupaten/kota.

Hal lain juga terjadi pada lain-lain pendapatan daerah yang sah dalam tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp 3,40 Milyar atau berkurang Rp 209,24 Juta dari tahun anggaran 2021 sebesar Rp 3,60 Milyar atau turun sebesar 5,81 persen.

Disisi lain, Pendapatan Asli Daerah(PAD) di tahun 2022 direncanakan sebesar Rp 588,89 Milyar atau bertambah Rp 572,33 Milyar atau naik 2,90 persen yang bersumber dari pendapatan pajak daerah.

Dilanjutkan jika belanja daerah direncanakan Rp 2,99 Triliun maka terdapat defisit anggaran Rp 121,22 Milyar sedangkan dari uraian pembiayaan netto sebesar Rp 121,22 Milyar.

“Maka defisit pada rancangan peraturan daerah tentang APBD Maluku tahun anggaran 2022 sebesar Rp 121,22 Milyar dapat ditutupi oleh pembiayaan netto Rp 121,22 Milyar sehingga sisa lebih pembiayaan tahun anggaran 2022 menjadi nihil” urai Orno dengan harapan dapat dibahas dan mendapat persetujuan. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed