by

DPRD Kota Ambon Rapat “Misterius” di The Natsepa Hotel-Suli

AMBON,MRNews.com,- Bukannya di Baileo Rakyat Belakang Soya, pimpinan DPRD Kota Ambon malahan memilih lakukan rapat “misterius” di The Natsepa Hotel, Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Rabu (3/11) malam.

Kabarnya, rapat tersebut digelar untuk menjawab desakan 20-an anggota DPRD yang inginkan ada paripurna internal untuk mencakapkan sejumlah persoalan internal DPRD sendiri dan kepentingan masyarakat.

Namun, informasi dari sumber terpercaya, bukannya paripurna internal, tapi yang terjadi hanya rapat biasa. Dalam bentuk “curhat” antara pimpinan dan anggota DPRD, tentang polemik yang meruncing beberapa waktu terakhir ini.

Rapat tertutup itu dipimpin Ketua DPRD Ely Toisuta (Golkar), didampingi dua Wakil Ketua, Gerald Mailoa (PDI Perjuangan) dan Rustam Latupono (Gerindra) serta Sekretaris DPRD Steven Dominggus.

“Tidak ada paripurna internal, itu hanya rapat biasa lah. Undangan jam 19.00 WIT atau 7 malam, tapi molor ke jam 21.30 WIT baru mulai,” tandas sumber disela-sela rapat melalui selulernya, Rabu malam.

Sayang, rapat di hotel berbintang itu, tidak dihadiri 35 anggota DPRD. Hanya 29 orang yang memenuhi undangan. Enam (6) orang anggota tidak hadir.

Mereka diantaranya Lucky Upulatu Nikijuluw (PDI Perjuangan), Astrid Soplantila (Gerindra), Saidna Azhar Bin Tahir (PKS/Fraksi Gabungan PPP), Tan Indra Tanaya (NasDem) dan Obed Souisa (Demokrat).

“Itu setahu saya anggota yang tidak hadir. Kalau fraksi yang lengkap di rapat itu Golkar, Perindo, PKB-PKPI, Hanura. 29 orang yang hadir dari 35 anggota,” terang sumber.

Menurutnya, substansi rapat lebih menitikberatkan pada keterbukaan pimpinan yang wajib dijalankan. Sebab selama ini sangat tertutup untuk semua masalah dan membatasi diri hingga waktu dua tahun pimpin sejak dilantik, paripurna internal belum pernah digelar.

“Itu saja sih substansi rapat yang bisa saya buka. Selebihnya untuk diluar itu, coba konfirmasi ke pimpinan DPRD saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, dari rekaman suara Ketua DPRD kota Ambon Ely Toisuta yang didapat Mimbar Rakyat, digelarnya rapat ini merupakan akumulasi dari permintaan anggota untuk berkomunikasi secara internal, saling mengungkap seluruh rasa yang ada di hati.

“Tentu dengan menganggap bahwa komunikasi yang kita akan lakukan sebentar ini, interaksi yang terjadi, tidak akan menciderai satu dengan yang lain,” tandas Toisuta awali rapat.

Menurutnya, dua tahun saling berkarya, melewati suka duka bersama-sama. Dengan harapan, yang masih ada ini (anggota-red) tetap kompak hingga akhir pengabdian.

“Saya berterima kasih karena teman-teman merespons apa yang menjadi kegelisahan kita. 35 anggota, yang hadir 29 orang. Ijin satu orang, sisanya tidak ada kabar. Tapi saya yakin, semua yang hadir dengan penuh rasa tanggungjawab untuk memaknai hubungan antar kita di DPRD, mau kita selesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Toisuta menyadari, selama dua tahun memimpin DPRD bersama dua wakil ketua, banyak terdapat kekurangan daripada lebihnya. Kekurangan itu jadi bagian kinerja yang harus disikapi secara bersama-sama.

“Sebelum di internal yang besar ini, beberapa waktu lalu, kita sudah ada dalam pertemuan pada tingkat fraksi-fraksi dan telah disikapi,” beber politisi Golkar itu.

Sebelum menutup, Toisuta berkeinginan, Sekwan DPRD menjelaskan apa yang menjadi substansi dasar sehingga “dia” (Sekwan-red) begitu gamblang keluar “mengeluarkan isi perut DPRD” ke publik atau media.

“Padahal kalau mau dibilang ini isi perut rumah tangga kita. Sehingga semoga dengan penjelasan beliau, teman-teman bisa pahami dan jadi evaluasi kedepan,” harapnya.

Pernyataan terakhir Toisuta ini, diduga terkait pemberitaan salah satu media online berjudul “Makan anggaran bukan haknya, pimpinan DPRD Ambon nekat langgar aturan”, yang mana kasusnya pada anggaran makan dan minum di Sekretariat DPRD tahun 2020.

Dimana berdasarkan surat Sekwan DPRD kota Ambon tertanggal 11 Mei 2021 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Maluku, merespons temuan BPK RI terhadap kerugian daerah sebesar Rp 5.293.744.800 pada APBD 2020. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed