by

Dosis Kedua Masih 58 Persen, Vaksin Booster Belum Berlaku di Ambon

AMBON,MRNews.com,- Penyuntikan vaksin dosis kedua masih berada diangka 58 persen. Itu artinya vaksin Booster atau dosis ketiga masih belum berlaku di Kota Ambon hari ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, salah satu alasan daerah bisa jalankan vaksin dosis ketiga adalah dosis kedua harus mencapai 60 persen, selain juga prasyarat lain ialah sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari enam (6) bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehtana (Dinkes) kota Ambon Wendy Pelupessy menegaskan, punyuntikan vaksinasi booster ketiga yang dianjurkan dan diputuskan Presiden RI, Joko Widodo mulai hari ini secara nasional, belum dapat dilakukan di kota Ambon.

“Vaksin Booster baru akan dilakukan setelah 60 persen dosis kedua, kita baru 58 persen. Dan untuk warga Lansia yang telah vaksinasi baru mencapai 68 persen,” urai Pelupessy kepada media ini di Ambon, Rabu (12/1/2022).

Untuk mengejar angka capaian itu, kata Pelupessy, Pemkot dan stakeholder terkait terus gencarkan serbuan vaksinasi. Dimana
sekarang sedang fokus untuk penyuntikan vaksin anak-anak usia 6-11 tahun.

“Sebabnya penyuntikan kepada anak harus mencapai 100 persen pada bulan Maret mendatang sebagaimana arahan Presiden. Namun kita optimis bisa sebelum Maret tercapai,” tukasnya.

Senada dengan anak buahnya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengakui, Kota Ambon belum melakukan penyuntikan vaksinasi booster. Dikarenakan sampai saat ini penyuntikan vaksin dosis kedua masih belum mencapai 60 persen.

“Kita sekarang sudah 58 persen (suntikan vaksinasi), kalau sudah mencapai 60 persen baru kita melakukan booster ketiga,” beber Louhenapessy disela-sela peninjauan vaksinasi anak 6-11 tahun di SD Negeri Toisapu, Rabu.

Meski telah diputuskan Presiden mulai jalan hari ini dan gratis bagi masyarakat yang ingin terima vaksin Booster, namun menurut Walikota, pihaknya tidak ingin gegabah mengambil langkah secepat itu jika belum memungkinkan secara medis.

Namun demikian, ditegaskannya, apabila vaksinasi Booster ketiga dapat dilakukan di ibukota provinsi Maluku ini, maka pejabat pemerintah bersama wartawan harus melakukan penyuntikan lebih dahulu, selain kelompok rentan dan Lansia sebagaimana anjuran.

“Kalau bisa booster ketiga bisa ini wartawan dan pegawai semua juga lakukan. Kita harus dukung ya,” pungkas Walikota dua periode yang akan akhiri jabatannya Mei mendatang. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed