by

Doa Bersama Untuk Gempa Maluku

AMBON,MRNews.com,- Menyikapi gempa bumi yang hingga kini masih terus terjadi di Maluku (Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat), Polda Maluku menggelar doa bersama di kediaman Kapolda Maluku kompleks ksatrian Edi Susanto Tantui Ambon, Sabtu (12/10) malam. Selain doa, diselingi dengan curah pendapat dari berbagai pihak untuk upaya mitigasi bencana yang terintegrasi oleh stakeholder dan proses pemulihan pasca bencana.

Seluruh tokoh agama menjadi pendoa yakni dari Ketua MUI Kota Ambon, Ketua MPH Sinode GPM, Uskup Diosis Amboina, Ketua Walubi Maluku dan Ketua PHDI Maluku. Hadir pula Bupati Malteng Tuasikal Abua, Sekretaris Kota Ambon, Kepala BPBD Maluku & BPBD tiga Kabupaten/Kota terdampak, Ketua PMI Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kepala BIN Daerah Maluku.

Uskup Diosis Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi katakan, sebagai umat yang percaya siapapun tidak bisa menyelami rencana Allah. Karenanya, ketika ada bencana gempabumi menimpa Maluku tentu harus menerima dan bersyukur, sebab itu bagian dari cara Allah bekerja dan menguji kemampuan manusia.

“Mari saling introspeksi diri dan tetap membangun hubungan baik dengan Tuhan dan sesama. Doa seperti ini adalah hal paling penting dilakukan di tengah bencana. Sebab doa membuat kita tenang dan yakin Allah tidak pernah tinggalkan umat-Nya,” ungkap Mandagi.

Sementara Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa mengaku, musibah gempa bumi yang terjadi sejak 26 September lalu hingga saat ini merupakan sebuah cobaan yang diberikan kepada Tuhan kepada masyarakat di Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat. Maka bakumpul dan doa bersama dilakukan untuk meminta kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi. Sebab tak saja cobaan, gempa bumi juga peringatan Tuhan kepada manusia agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Saya rasa kita semua sudah berbuat. Kepala BMKG sendiri jadi tumpuan harapan masyarakat untuk mengetahui gempa. Tapi jangankan gempa, ramalan cuaca sendiri saja kadang hari ini diprediksi tidak hujan padahal besok hujan, padahal namanya juga ramalam. Itu semua Tuhan sudah atur, jadi mari kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, disamping aktivitas keseharian yang kita laksanakan,” tutur jenderal Polisi bintang dua ini.

Dikatakan, gempa bumi yang terjadi menimbulkan duka sangat mendalam terhadap ribuan masyarakat yang ada di tiga daerah tersebut. Dimana total pengungsi sampai saat ini sekitar 135 ribu, korban meninggal 39 orang, sedangkan rumah rusak berat, sedang, dan ringan sekitar 7 ribu. Sehingga harapannya, lewat doa para tokoh agama, bisa membawa kebahagian bagi warga yang masih hidup ditenda-tenda pengungsian dan kehilangan sanak saudaranya.

“Semoga saudara-saudara kita ditenda biru itu, mereka bisa hidup tenang, dan menghilangkan trauma akibat gempa terutama anak-anak kecil. Gempa bisa berkurang-kurang dikit, dan bisa selesai atau hilang, biar kita bisa hidup normal kembali,” tandas mantan Kakorlantas Polri. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed