by

Divaksin Kedua Kali, Gubernur Akui Tak Rasakan Efek Samping

AMBON,MRNews.com,- Penyuntikan kedua vaksin Covid-19 dilakukan di RSUP Dr Leimena, Jumat (29/1) diikuti Gubernur Murad Ismail dan Forkopimda Maluku sebagai peserta vaksin periode pertama, Jumat (15/1).

Diantaranya Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Sapuan, Kepala BNN Brigjen Pol. M Zainul Mutaqien, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Agus Rohman, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto, Kepala Basarnas Djunaidi dan Ketua Komisi III DPRD Maluku Richard Rahakbauw.

Usai menerima vaksin, mantan Kapolda Maluku itu mengaku, kondisi tubuhnya baik-baik saja dan tidak merasakan efek samping berupa demam, pusing atau efek-efek lain saat divaksin periode pertama maupun kedua vaksinasi.

“Kalau orang lain saya tidak tahu, tapi kalau saya tidak ada efek sama sekali. Kembali dari sini (vaksin pertama) saya tidur karena baru tiba dari Jakarta dini hari dan tidak tidur. Abis vaksin saya langsung tidur,” sebut Gubernur.

Sebab itu, Gubernur menyatakan, vaksin Sinovac terbukti aman. Kendati begitu ia menyadari masih ada sebagian masyarakat yang setuju dan tidak dengan pemberian vaksin. Sementara efikasi vaksin sinovac lebih dari 67 persen.

Mantan Dankor Brimob Polri ini menghimbau masyarakat agar mewaspadai maraknya berita bohong atau hoaks terkait dengan vaksinasi untuk menanggulangi pandemi COVID-19.

“Seperti saudara-saudara wartawan lihat, sampai dengan vaksin kedua kami semua dalam keadaan sehat walafiat,” kata Gubernur.

Untuk itu, Gubernur berharap ketika masyarakat ingin memperoleh informasi yang jelad tentang vaksin, ia menganjurkan untuk bertanya kepada ahlinya atau yang berkompeten.

“Soal keamanan vaksin tanya ke BPOM. Begitupula halal atau tidak, tanyalah ke MUI atau tokoh-tokoh agama dan ulama. Jangan ke yang lain yang tidak berkompeten,” ingatnya.

Direktur Utama RSUP. J. Leimena dr. Celentinus Munthe menjelaskan, vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali proses penyuntikan dan butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan imunitas tubuh terhadap Covid-19.

“Suntikan pertama dilakukan dengan tujuan menimbulkan respon kekebalan awal pada tubuh orang yang menerima vaksin, dan suntikan kedua diberikan dua minggu setelah suntikan awal yang bertujuan menguatkan respon imun yang telah terbentuk dalam penyuntikan vaksinasi pertama,” kata Celentinus.

Jadi bila ada pertanyaan soal apakah ada kemungkinan setelah divaksin ada dampak kena Covid-19 menurut dia, tetap punya kemungkinan dampak dari Covid. Tapi efek yang ditimbulkan dapat diatasi kekebalan imun yang telah terbentuk pada vaksinasi dan gejalanya sangat ringan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed