by

Disebut Lakukan Pelanggaran Berat, Persoalan Orno Ditelaah

-Politik-127 views


AMBON,MRNews.com- Kunjungan pulang kampung yang dilakukan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno ke Maluku Barat Daya beberapa waktu lalu masih belum tuntas masalahnya di PDI Perjuangan.

Pasalnya, kepulangan Orno yang disebut-sebut sebagai kunjungan keluarga merupakan kebohongan bagi PDI Perjuangan.

Sebab jika hanya pulang kampung sebagaimana biasanya, mengapa jauh-jauh hari Orno telah mengajukan surat ijin kampanye yang ditujukan kepada Mentri Dalam Negeri bahkan telah mengurus Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang dikeluarkan oleh Polres Maluku Barat Daya Nomor 41/XI/1 intelkam tanggal 06 November 2020 .

STTP merupakan surat pamungkas yang dikeluarkan pihak kepolisian untuk seseorang dari Parpol yang akan melakukan kampanye politik.

Karena itu, sebagai partai ulah Orno sudah menciderai partai apalagi ini bukan yang pertama kali. Sehingga PDI Perjuangan tidak tinggal diam atas apa yang telah dilakukan Orno.

Sebab sebagai seorang kader mestinya Orno taat dan tunduk terhadap keputusan partai bukan membangkang.

Kepada media di DPRD Maluku, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Edwin Adrian Huwae mengatakan jika sampai saat ini pak Orno yang adalah wakil Gubernur Maluku masih menjadi kader PDI Perjuangan dan persoalannya masih ditelaah bidang kehormatan DPD partai.

“Sampai sekarang pak Orno masih terdata sebagai kader PDI Perjuangan dan persoalaannya masih ditelaah bidang kehormatan” ujar Huwae di Gedung DPRD Maluku, Jumat (20/11).

Karena menurutnya untuk suatu pelaporan ke DPP maka mesti ada bukti yang dimiliki secara akurat. Ditegaskan jika apa yang dilakukan Orno terhadap PDI Perjuangan masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat.

Menurut Huwae jika memang pak Orno melakukan kampanye bagi pasangan calon yang tidak direkomendasikan oleh partai maka itu masuk dalam pelanggaran berat yang tidak bisa ditolerir. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed