Disdukcapil-Unicef Bagi KIA & Akte Kelahiran di Tiga Titik
AMBON,MRNews.com,- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, bersama dengan UNICEF Indonesia, Kepala Dinas Sosial, Nurhajati Yasin dan KepalanDinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy membagikan akte kelahiran dan kartu identitas anak (KIA) kepada sejumlah anak-anak pada tiga titik atau lokasi di Kota Ambon, Selasa (26/2/19). Sebelum ke tiga titik, mereka mengunjungi kantor negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau untuk melihat sistem pencatatan kelahiran, apakah online atau offline.
Tiga titik tersebut diantaranya Yayasan Pendidikan Islam Ittaqollah, Kebun Cengkeh sebanyak 8 lembar KIA dan akte kelahiran, SD Belso B1 sebanyak 24 lembar akte kelahiran dan 60 lembar KIA, sedangkan SLB Leleani, Latuhalat masing-masing sebanyak 18 lembar.
Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Selly Haurissa mengatakan, pembagian akte kelahiran dan KIA ini dengan sistem turun langsung ke lapangan bagian dari program Disdukcapil yang sering dilakukan dalam beberapa waktu ini, dengan membaginya pada anak-anak yang orang tuanya telah mengurus KIA dan akte kelahiran, sebagai bagian tertibnya sistem administrasi kependudukan dan catatan sipil. Selain memang tugas dan tanggungjawab Disdukcapil untuk memastikan semua anak di Kota Ambon bisa mendapat haknya lewat akte kelahiran dan KIA, karena targetnya di tahun ini 10 ribu anak terjangkau.
“Untuk Yayasan Pendidikan Islam Ittaqollah akte kelahiran dan KIA yang dibagi sebanyak delapan (8) buah. SD Belso B1 mendapat 24 akte kelahiran dan KIA sebanyak 60 lembar. Sedangkan sekolah luar biasa (SLB) Leleani Latuhalat, akte kelahiran dan KIA diberi sebanyak 18 lembar. Hari ini spesial, karena kita membagikannya bersama UNICEF Indonesia, yang memang datang memantau sistem pencatatan kelahiran di Kota Ambon,” ujar Selly.
Sementara, Chief Field Office Sulawesi-Maluku UNICEF Indonesia, Henky Widjaja memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Disdukcapil yang turun langsung atau istilahnya, sweeping dengan membagikan akte kelahiran dan KIA kepada anak-anak karena dipandang merupakan satu inovasi. Pasalnya, peran itu memang harus dimainkan dengan aktif oleh Disdukcapil, yang tidak boleh pasif guna memastikan data kependudukan terutama data kelahiran anak-anak bisa terjawab dan didapatkan mereka secara baik.
“Kita harapkan akte kelahiran dan KIA ini bisa didapatkan semua anak. Kalau belum ini masalah. Karena harusnya sejak anak lahir mesti sudah diberikan akte kelahiran ke anak. Disdukcapil harus berkolaborasi dengan dinas pendidikan dan stakeholder lainnya soal ini. Semua yang dilakukan Disdukcapil langkah maju dan inovasi, dengan penjangkauan. Maka kehadiran kami di Ambon, Maluku untuk berjumpa dengan Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku dalam persiapan kerjasama terkait sistem pencatatan kelahiran,” bebernya. (MR-02)

 

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *